Hadapi Paceklik, Beras Bulog Divre Yogyakarta Luncurkan KPSH

Agus Utantoro
03/1/2019 13:50
Hadapi Paceklik, Beras Bulog Divre Yogyakarta Luncurkan KPSH
(MI/Agus Utantoro)

MENGHADAPI masa paceklik beras di bulan Januari 2019 ini, Bulog Divisi Regional (Divre) Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk beras kualitas medium.

Kepala Perum Bulog Divre DIYkhmad Kholisun, Kamis (3/1) di Gudang Purwomartani Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan, bulan Januari selalu terjadi kecenderungan kenaikan harga beras, karena itu Bulog Divre DIY kemudian meluncurkan kegiatan ini.

Ia mengatakan di sejumlah pasar saat ini mulai terjadi kenaikan harga beras khususnya beras medium. Besaran kenaikan tersebut, kata Akhmad Kholisun mencapai Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram.

"Saat ini kisaran kenaikan harga beras medium terjadi antara Rp500 sampai Rp1.000 per kilogram,  tentunya hal ini harus kita respon dengan langkah antisipasi dengan menggelontorkan beras medium ke pasaran," katanya.

Menurut dia, salah satu penyebab kenaikan itu adalah pada Januari ini luasan areal panenan padi mulai mengalami penurunan dan bahkan hanya sedikit yang masih panen. Hasil panen padi pada Januari ini, imbuhnya, banyak terserap untuk keperluan  para petani sendiri.

Di sisi lain, stok beras di gudang Bulog masih sangat mencukupi untuk kebutuhan sampai dengan bulan 2-3 bulan ke depan, sehingga akan mencukupi kebutuhan beras hingga saat musim panen yang diperkirakan terjadi pada awal Maret mendatang.

 

Baca juga: Stok Beras Aman Hingga 37 Bulan, Sulsel Luncurkan Program KPSH 120 Ton

 

Beras medium, katanya, dijual harga Rp8.250 per kilogram di tingkat pedagang. 

"Pedagang dapat mengambil keuntungan yang wajar untuk tambahan operasional mereka dalam menjual beras tersebut, diharapkan pedagang menjual kembali dengan harga Rp8.500. Jadi memang ini untuk tujuan menstabilkan harga, sehingga para pedagang juga diharapkan kerja samanya," tambah Akhmad Kholisun.

Pada kesempatan itu, Akhmad Kholisin menyatakan KPSH ini dilakukan melalui seluruh saluran pemasaran yang dimiliki Bulog, seperti Pedagang Pasar, RPK serta melalui Mitra Distributor. 

Pasar utama yang menjadi sasaran adalah Pasar Pencatatan BPS di seluruh Wilayah DIY antara lain Pasar Beringharjo, Kranggan, serta Demangan. Pasar-pasar di wilayah Kabupaten/Kota lainnya juga menjadi tujuan distribusi, seperti di wilayah Sleman, Pasar Sleman, Pasar Pakem, Pasar Desa Catur Tunggal juga menjadi tujuan distirbusi beras Medium. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya