Bendung Lonjakan Harga, Bulog Malang Gelontor Beras 15 Ton

Bagus Suryo
03/1/2019 11:20
Bendung Lonjakan Harga, Bulog Malang Gelontor Beras 15 Ton
(MI/Abdus Syukur)

PERUM Bulog Subdivisi Regional Malang, Jawa Timur, menggelontor beras sebanyak 15 ton per hari dalam operasi pasar (OP) di awal tahun 2019.

Sebab harga beras medium di pasar sudah menyentuh Rp9.500 sampai Rp10.000 per kg. 

"Ada kenaikan harga beras, tapi masih di bawah 10%. Kita mengantisipasi agar tidak ada lonjakan harga lagi," tegas Kepala Bulog Malang Fachria Latuconsina kepada wartawan di Gudang Bulog Gadang, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (3/1).

OP sengaja dilakukan guna membendung terus melonjaknya harga lantaran selama Januari ini masih memasuki musim tanam. Termasuk mengantisipasi dampak cuaca buruk yang berpotensi bisa menurunkan produksi beras di petani. 

Kendati demikian, pihaknya memastikan stok beras sangat aman mencapai 26 ribu ton. Beras sebanyak itu mencukupi kebutuhan di wilayah kerja Bulog Malang meliputi Kabupaten/Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten/Kota Pasuruan selama 6 bulan kedepan. 

"Hari ini kita OP di Pasar Dinoyo, Pasar Blimbing dan Pasar Besar. Stabilisasi harga ini juga akan merambah seluruh kelurahan," ungkapnya.

 

Baca juga: Cuaca Buruk, Harga Ikan di Brebes Meroket

 

Sebanyak tiga armada, lanjutnya, sudah meluncur di tiga pasar, masing-masing truk menjual 5 ton beras per hari. Menyusul armada lainnya di kelurahan-kelurahan. 

Selain menjual beras medium dan premium, tim Bulog setempat juga membawa komoditas pendamping, yakni minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu. 

"Kita jual beras di bawah harga pasar. Harga beras medium di gudang Bulog Rp8.100 per kg, sedangkan beras dalam kemasan Rp8.550 per kg. Beras premium dijual Rp10.200 sampai Rp10.500 tergantung kualitas," ujarnya. 

Sementara Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan OP sengaja dilakukan guna memastikan ketersediaan beras dan harga yang sesungguhnya di pasar.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras tersedia 26 ribu ton. OP ini guna memastikan keterjangkauan harga, daya beli dan barangnya hadir di tengah masyarakat," tuturnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya