Demi Keselamatan Penerbangan Ditjen Hubud Pantau Anak Krakatau

Cahya Mulyana
01/1/2019 21:35
Demi Keselamatan Penerbangan Ditjen Hubud Pantau Anak Krakatau
(ANTARA)

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menaikan status Gunung Anak Krakatau menjadi level III Siaga akibat gempa letusan dan semburan abu vulkanik yang dikeluarkan yang berpotensi membawa dampak terhadap operasional penerbangan yang melewati wilayah tersebut.

Guna menjaga kewaspadaan dan keselamatan penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan membangun sistem informasi yakni Integrated Webbased aeronautical Information System Handling (I-wish)untuk penanganan abu vulkanik atau yang lebih dikenal dengan.

“Posisi operasional di bandara terdekat masih berjalan normal namun saya tetap minta untuk memonitor selalu informasi yang disampaikan baik dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG maupun dari source lainnya seperti aplikasi I-WISH”, terang Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti dalam keterangan resmi, Selasa (1/1).

Ia meminta jajarannya untuk memonitor secara berkala aktivitas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menaikan status Gunung Anak Krakatau ini menjadi level III Siaga akibat gempa letusan dan semburan abu vulkanik yang dikeluarkan yang berpotensi membawa dampak terhadap operasional penerbangan yang melewati wilayah tersebut.

Namun hingga kini Ditjen Perhubungan Udara belum mendapat laporan Notam khusus penutupan bandara dari AirNav Indonesia selaku penyelenggara lalu lintas udara. Pengalihan dan reroute penerbangan sempat dikeluarkan pihak Airnav Indonesia melalui NOTAM A5440/18 perihal Penutupan dan Reroute akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, tetapi hanya beberapa saat saja seiring menurunnya aktifitas gunung tersebut.

"Selanjutnya, Airnav agar mendistribusikan informasi kondisi Anak Krakatau melalui NOTAM kepada airlines dan bandara," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya