Kalsel Bentuk Dewan Pendidikan

Denny S
28/12/2018 14:45
Kalsel Bentuk Dewan Pendidikan
(ANTARA)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) membentuk Dewan Pendidikan Daerah guna memajukan dunia pendidikan di daerah tersebut. Anggota Dewan Pendidikan berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel.

Dewan Pendidikan dilantik Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor beberapa waktu lalu. 

"Pendidikan yang baik akan membentuk generasi bangsa yang baik pula. Terlebih di zaman modern sekarang ini," ungkap Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Jumat (28/12).

Keberadaan Dewan Pendidikan Kalsel diharapkan mampu memajukan dunia pendidikan di daerah. 

"Dewan Pendidikan kita harapkan bisa memberi pertimbangan dalam menentukan kebijakan pendidikan, baik finasial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah," tambahnya.

 

Baca juga: Kalsel Belajar Kelola Bambu ke Tiongkok

 

Gubernur juga meminta para kepala daerah dapat memajukan dunia pendidikan di daerahnya masing-masing. Sejauh ini dunia pendidikan Kalsel diakui belum terlalu baik dan masih tertinggal dibandingkan Pulau Jawa.

Dewan Pendidikan Kalsel yang dilantik beranggotakan akademisi dari dari berbagai perguruan tinggi seperti UIN Antasari, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Albanjary dan perguruan tinggi lainnya. 

Ketua Dewan Pendidikan Kalsel dijabat, Gusti Irhami Ketua Yayasan Uniska, Prof Dr Hadin Muhjad (guru besar hukum administrasi ULM) sebagai wakil ketua, dan Rektor UIN Antasari Prof Dr Mujiburrahman sebagai sekretaris. Sementara, Rektor Uniska, Abdul Malik menjabat wakil sekretaris dan Mardiana dari Uniska sebagai bendahara.

Dewan Pendidikan berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memberi pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasanana serta pengawasan pendidikan di daerah, sesuai Pasal 192 ayat (2) PP nomor 17 tahun 2010 yang menjabarkan Pasal 56 ayat (3)  UU Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003.

Gubernur juga memaparkan tentang konsep desentralisasi pendidikan Yang menitikberatkan peranan masyarakat dalam penyelenggaran sistem pendidikan di Indonesia. 

"Masyarakat adalah sumber inspirasi, inovasi dan motivasi serta sasaran yang harus dicapai dari sistem pendidikan yang bermutu," katanya.

Dalam kesempatan itu, gubernur menyerahkan 13 motor matic bagi pengawas sekolah yang bertugas di 13 kabupaten dan kota di Kalsel. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya