Menteri Perdagangan Dorong Produk Lokal Kuasai Pasar dalam Negeri

Ardi Teristi Hardi
27/12/2018 17:15
Menteri Perdagangan Dorong Produk Lokal Kuasai Pasar dalam Negeri
(MI/Ardi Teristi Hardi)

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong industri rumahan Indonesia agar masuk ke pasar ritel. Dengan masuk pasar ritel, produk Indonesia bisa menguasai pasar dalam negeri dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Kami mendorong, industri rumahan (home industry) berproduksi dan mengisi kebutuhan dalam negeri," kata Enggar saat meninjau OMO! Healthy Snack sebagai juara 1 Maker Fest 2018 di Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (27/12).

Dengan semakin banyak produk lokal yang mengisi kebutuhan dalam negeri, impor diharapkan akan semakin berkurang. Hal tersebut akan memberi keuntungan bagi perkembangan industri dan tenaga kerja dalam negeri. Pasalnya, bahan baku yang digunakan banyak dari lokal dan banyak menyerap tenaga kerja sehingga biaya yang dikeluarkan lebih murah.

"Saya pasti berkepentingan agar produk-produk dalam negeri berkembang karena neraca perdagangan akan terganggu apabila banyak impor," kata Enggar.

Enggar mengatakan, agar dapat diterima luas oleh masyarkat, produk tersebut harus melakukan promosif secara masif, kualitas bagus, dan harga bersaing.

Ia pun mengapresiasi keberhasilan OMO! Healthy Snack dalam mengembangkan usahanya, membuat kudapan yang sehat dan bergizi untuk anak serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kudapan sehat dan bergizi. Keberhasilan OMO! Healthy Snack diharapkan merangsang pengusaha muda daerah lebih inovatif dalam membangun usaha yang membanggakan.

"Kalau produknya sudah besar, nanti gampang saya ajak (untuk ekspansi ke pasaran) ekspor," kata dia.

 

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Ganjar Kampanye Gembes

 

Stella Elvina selaku pemilik OMO! Healthy Snack mengatakan, dirinya membangun usaha didasari atas kebutuhan mendapatkan kudapan yang bergizi, sehat, dan enak bagi anaknya. 

"Anak saya sangat suka ngemil. Jadi saya berusaha mencari kudapan yang aman bagi anak saya," kata dia.

Setelah mencari di pasaran, ternyata sulit mencari kudapan yang dibutuhkan. Alhasil, ia pun bereksperimen membuat kudapan dengan gizi seimbang dan sehat dengan melibatkan ahli gizi.

"Saya baru memulai pada September dan sekarang kapasitas produksinya sudah 3.000-5.000 bungkus," kata dia.

Walau masih dipasarkan lewat dalam jaringan (online), dirinya kewalahan memenuhi permintaan dari masyarakat. Oleh sebab itu, ia pun berusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi sembari memperluas distribusi lewat toko-toko ritel yang ada. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya