Pengamanan Jelang Natal Kondusif

Mitha Meinansi
22/12/2018 03:30
Pengamanan Jelang Natal Kondusif
( ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

PENGAMANAN untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 di berbagai daerah berjalan kondusif dengan melibatkan unsur gabungan serta swadaya warga masyarakat. Kepolisian daerah kemarin menggelar apel pasukan sebagai persiapan akhir.

Sebanyak 1.661 personel aparat keamanan yang merupakan gabungan dari Polda Sulteng, Jajaran Polres, PAM Gereja Organik di Jajaran Polres, Satbrimobda Sul­teng, Kompi Siaga Polda Sulteng, TNI, dan Mitra Kamtibmas akan diterjunkan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru di Palu. Hampir setengah dari jumlah tersebut, mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Tinombala 2018, yang digelar dalam rangka kesiapan pengamanan yang berlangsung di lapangan Mapolda Sulteng.

Operasi Lilin Tinombala akan dilaksanakan selama 10 hari, pada 23 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. Wakapolda Sulteng, Kombes Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso, menyampaikan apel gelar pasukan sebagai pengecekan akhir terhadap kesiapan seluruh personel, sarana prasarana serta keterpaduan unsur lintas sektoral.

Diharapkan gabungan personel ini dapat menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat sepanjang Natal dan Tahun Baru, khususnya di tempat-tempat ibadah, perlintasan arus mudik, objek wisata, pusat perbelanjaan, serta fasilitas transportasi.

Adapun Polda DI Yogyakarta menerjunkan 1.701 personel. Polri Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiria kemarin mengatakan 1.701 personel tersebut masih ditambah dengan kekuatan dari tim gabungan, seperti TNI, PMI, Satpol PP, Basarnas, organisasi masyarakat, serta instansi lainnya yang keseluruhan mencapai 3.600 personel.

Aparat kepolisian akan difokuskan untuk mengantisipasi berbagai jenis kejahatan seperti terorisme, maupun kejahatan konvesional, seperti copet, begal, jambret, dan lainnya.

Penyambutan Natal di gereja-gereja dilakukan dengan berbagai cara. Umat Katolik Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar membuat pohon Natal yang dirakit dari 8 ribuan botol plastik air mineral dari berbagai merek.

Koordinator Seksi Dekorasi Panitia Natal 2018 DPP Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar Bebiana Marselina menjelaskan ide ini berawal dari upaya meminimalisasi sampah plastik di Kota Denpasar. “Setelah koordinasi dengan beberapa seniman, kami mengumpulkan botol plastik untuk disulap menjadi pohon Natal,” ujarnya.

Salah seorang panitia Martinus Parerungan mengatakan pohon Natal di Katedral Denpasar dirancang setinggi 11 meter dengan 10 meter dirancang dari botol plastik dan sisanya dari besi untuk penyanggah simbol bintang. Proses pengerjaan dilakukan secara sukarela.

Puskemas siaga

Unsur lain yang tidak boleh diabaikan ialah terkait dengan kesehatan masyarakat bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, misal, menginstruksikan semua puskesmas yang berada di jalur utama untuk siaga 24 jam selama Natal dan Tahun Baru 2018.

Pasalnya, di jalur-jalur utama tersebut berpotensi rawan kecelakaan lalu lintas.

“Sebetulnya di jalur-jalur utama itu semua puskesmas selalu buka 24 jam, tapi sekarang selama Natal dan Tahun Baru 2019 kita intensifkan lagi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Tresna Gumilar, kemarin.

Sebanyak enam unit mobil ambulans dan empat unit rumah sakit rujukan sudah disiapkan. Upaya itu dilakukan sebagai antisipasi terjadi kondisi darurat di lapang­an. “Kami juga menempatkan personel kesehatan di setiap posko,” jelasnya. (Tim Media/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya