Warga Desa Wae Sono Tolak Pengeboran Panas Bumi

(JL/N-3)
20/12/2018 23:30
Warga Desa Wae Sono Tolak Pengeboran Panas Bumi
(ANTARA FOTO/David Muharmansyah)

RATUSAN warga Kampung Nunang, Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berunjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat, kemarin. Mereka menolak pengeboran panas bumi di wilayahnya, karena merusak ekosistem yang ada di sana.

Mereka datang dari Desa Wae Sano yang berjarak lebih dari 60 km dari kantor DPRD, mengunakan roda dua dan empat. Tampak sejumlah masyarakat memegang spanduk yang bertuliskan, ‘PT SMI Jangan Bangun Konflik di Wae Sano, Tolak Pengeboran Panas Bumi di Wae Sano’.

Koordinator Aksi Alexsius Eston, meminta Bupati Mabar Agustinus Ch Dula, memahami keberatan warga Wae Sano. Sebab proyek energi panas bumi (geotermal) mengancam sumber pendapatan warga. Pertama, titik lokasi pengeboran berada di area lahan pertanian. Kedua, sebagian titik pengeboran sangat dekat dengan sumber mata air.

“Kami tidak membutuhkan listrik panas bumi. Kami ingin mengelola pertanian dan sektor pariwisata. Apalagi di Kampung Nunang memiliki Danau Sano Nggoang yang merupakan objek wisata,” tegas Alexsius Eston.

Tokoh masyarakat Nunang, Yosef Erwin menambahkan penolakan warga atas proyek itu karena keha-diran PT SMI di Desa Wae Sano meyebabkan warga terpecah belah.

Untuk itu, Yosef meminta Gubernur NTT dan DPRD NTT serius melakukan moraturium tambang di NTT. Termasuk di dalamnya menghentikan rencana pengembangan geotermal WKP Wae Sano dan wilayah lainnya di NTT.

Sekretariat DPRD Alex Haryono, di hadapan massa mengatakan anggota dewan tengah reses. Mereka mendatangi daerah pemilihan masing-masing. Jadi warga Desa Wae Sano tidak bisa bertemu anggota DPRD. Dia berjanji menyampaikan aspirasi warga seusai reses. (JL/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya