Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA sejuk dan lebatnya pohon pinus serta mahoni kini tidak bisa lagi ditemui dalam perjalanan menunju Gunung Bromo, baik melalui Pasrepan-Puspo maupun Lumbang atau Nongkojajar di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pohon pinus dan mahoni yang menjadi ciri khas Gunung Bromo makin berkurang jumlahnya.
Padahal, keberadaan hutan di Gunung Bromo berperan penting untuk kehidupan masyarakat sekitarnya. Terutama sebagai tangkapan air untuk kelestarian sumber-sumber air yang ada di sekitar Gunung Bromo.
Di antara salah satu sumber air itu ialah Sumber Air Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Sumber Air Umbulan yang dulunya bisa menghasilkan 4.000 liter/detik itu akan didistribusikan ke lima daerah di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kota dan Kabupaten Pasuruan, melalui Proyek SPAM (Sistem Penyedia Air Minum) Umbulan.
Namun, dengan gundulnya hutan di Gunung Bromo menyebabkan debit sumber air Umbulan terus menurun. Jika di awal 2000 lalu debit air masih 6.000 liter/detik, saat ini hanya sekitar 3.500 liter/detik.
Kondisi itu tentu mengkhawatirkan sebab proyek SPAM Umbulan tengah dikerjakan dan pada 2019 dioperasikan. “Memang debit Umbulan trennya menurun. Jadi, pendistribusian air akan bertahap, tahun pertama 2.800 liter/detik, tahun kedua 3.000 liter/detik, baru tahun kelima sebesar 4.000 liter/detik,” kata Direktur PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih) Jawa Timur, Joko Triono, saat penanaman pohon di Desa Kayukebek, Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/12).
Meski debit air Umbulan sudah diketahui terus menurun, Pemprov Jatim terkesan lamban untuk menangani dan mencegah kerusakan lingkungan yang terus terjadi. Konservasi alam atau perbaikan lingkungan dengan penanaman pohon hanya dilakukan secara sporadis.
“Memang konservasi alam harus dilakukan. Untuk itu, Pemprov Jatim tengah menyiapkan peraturan gubernur sehingga konservasi alam bisa dilakukan secara masif dan sistematis, mampu mengembalikan debit Umbulan,” ujar Joko.
Untuk diketahui daerah tangkapan air Umbulan ialah kawasan Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru. Luasannya diperkirakan 70 ribu hektare, dengan kondisi lebih dari 50% lingkungannya rusak. Penyebabnya, selain penebangan pohon serampangan, juga karena alih fungsi lahan.
Menurut peraih Kalpataru 2011 kategori perintis lingkungan, Sugiarto, terkait dengan penurunan debit Umbulan itu harus segera diatasi. “Tidak ada cara lain, penanaman pohon harus dilakukan secara masif. Pemerintah bisa mengarahkan perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan ABT (air bawah tanah),” tegas Sugiarto. Penanaman pohon sudah dilakukan BUMD milik Pemprov Jatim, yakni PDAB Jatim, sejak 2013, tetapi belum banyak perusahaan swasta yang berpartisipasi serius. (Abdus Syukur/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved