Jalan Raya Gubeng Masih Belum Aman

Faishol Taselan
20/12/2018 17:50
Jalan Raya Gubeng Masih Belum Aman
(Antara)

WILAYAH sekitar lokasi amblasnya jalan Raya Gubeng dinilai tim ahli belum dinyatakan aman. Wilayah tersebut diminta untuk disterilkan dari penduduk.

Tim ahli terdiri dari Kepolisian Daerah Jawa Timur, Labfor, dan Tim Ahli Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) Pusat, turun ke  lokasi.Mereka melakukan penelitian tidak hanya di lokasi jalan yang amblas, namun juga melihat bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

"Kita mengimbau agar kawasan di sekeliling lokasi kejadian benar-benar disterilkan sebagai antisipasi adanya longsor susulan," kata Kasi Program Dan Jasa Teknologi Infrastruktur dan Dinamika Pantai BPPT Pusat, Widjo Kongko di Surabaya, Kamis (20/12).

Baca juga: Jalan Gubeng Mulai Diperbaiki

Tim Investegasi juga turun ke lokasi proyek parkir bawah tanah milik RS Siloam serta melihat sejumlah bangunan yang terkena imbas amblasnya jalan tersebut. Menurutnya, meski observasi yang dilakukan masih belum detail, namun para tim ahli melihat secara langsung ada retakan 3-5 sentimeter, baik vertikal maupun horizontal di sejumlah bangunan yang terletak berdekatan dengan lokasi kejadian.

"Hasilnya memang belum lengkap. Namun, sudah diantisipasi oleh petugas yang telah memasang pembatas dan mendirikan posko di radius 100 meter dari lokasi jalan yang amblas," katanya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan 34 saksi dan hasil olah TKP Labfor Kepolisian Daerah Jawa Timur, amblasnya Jalan Raya Gubeng karena  kesalahan teknis pada pelaksanaan pembangunan proyek Siloam Hospital. "Tim penyidik tengah mengumpulkan bukti yang cukup untuk menetapkan pihak yang paling bertanggung jawab," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan.

Mereka yang menjadi saksi terdiri dari berbagai macam profesi. Mereka juga ada di lokasi saat jalan Raya Gubeng amblas. Menurut Kapolda, kesimpulan dari hasil pemeriksaan mengkrucut adanya dugaan kesalahan teknis pengerjaan proyek basement yang dilakukan RS Siloam dengan pelaksana PT Nusantara Konstruksi Enginering.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan hasil olah TKP, kami sudah memutuskan bahwa terkait amblasnya jalan raya gubeng ini dugaan kuat ada kesalahan teknis, yaitu akan membangun 3 lantai ke bawah atau basement. Kami juga mendapat laporan akan membangun mal dari 11 dan tambahan 26 lantai," katanya.

Baca juga: Tim Ahli akan Selidiki Amblesnya Jalan Gubeng

Polisi akan mencoba mendalami masalah perijinannya. Pihak koorporasi juga akan diselidiki atas kemungkinan melanggar undang-undang. "Hingga saat ini, penyidik masih mendalami administrasi perijinan proyek tersebut, dan mengumpulkan bukti yang cukup untuk menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka," ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali  Mochtar Ngabalin turut mendatangi lokasi kejadian. Ngabalin mengatakan segera melaporkan peristiwa itu ke Presiden Joko Widodo.

"Setelah melihat langsung di lokasi, maka secepatnya akan saya laporkan ke Presiden agar dilakukan langkah penanganan secepatnya," katanya. (OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya