Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CACAT fisik bukanlah halangan bagi Rahmat Hidayat, 25. Tangan dan kakinya mengalami kecacatan fisik sejak lahir. Namun, dia bercita-cita ingin menjadi desainer. Penyebabnya, kemampuan Rahmat membuat desain pakaian dengan goresan tangannya yang cacat. Ketidaksempurnaan yang dimiliki Rahmat ini membuat bangga keluarganya sebab goresan penanya menjadi sebuah desain fesyen menghasilkan uang dan mampu menghidupi keluarganya.
Rahmat mengaku tidak pernah mengenyam pendidikan formal apalagi pendidikan khusus desain. Hingga sekarang, sudah tidak terhitung karyanya yang telah dihasilkan melalui goresan penanya.
Rahmat mengaku sudah lupa kapan pertama kali membuat desain busana. Namun, yang diingatnya, minat pada bidang desain bermula dari kebiasaannya menggambar ketika masih berusia 5 tahun.
“Dari kecil sudah suka menggambar, tapi cuma coret-coretan di kertas. Kalau tidak salah, setelah berumur sekitar 10 tahun, saya mulai gambar-gambar desain baju sampai sekarang,” kata Rahmat di kediamannya, Kampung Ciawitali, RT 2 RW 6, Desa/Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (27/11).
Rahmat menyebut film Korea berjudul King of Fashion dan desainer Ivan Gunawan menjadi inspirasinya untuk membuat desain secara autodidak tanpa dibimbing siapa pun. Sempat minder, Rahmat memberanikan diri menjual salah satu desainnya seharga Rp50 ribu yang di-posting melalui media sosial Facebook.
“Setiap hasil karya saya di-posting di medsos dan dijual Rp50 ribu, kalau respons selalu positif. Penjualan enggak tentu, kadang-kadang bisa dapat uang Rp400 ribu dari empat desain yang saya buat,” beber Rahmat seraya ingin bertemu langsung dengan perancang busana terkenal, Ivan Gunawan.
Hasil karya Rahmat diapresiasi desainer papan atas, Anne Avantie, yang langsung berkunjung ke kediamannya. Anne mengaku kagum dengan bakat yang dimiliki Rahmat.
“Rahmat menggambar karena memiliki instruksi yang datang dari hati kemudian direspons. Banyak orang yang mendapatkan dorongan dari hati tapi tak direspons. Berbeda dengan Rahmat yang merespons dan menggerakkan itu sebagai sesuatu hal yang berarti, dan itu bisa menghidupi dirinya dan keluarga,” ungkap Anne.
Anne pun mengatakan Rahmat spesialis mendesain busana muslim sehingga hati dan karakternya mengarah kepada bagaimana dia bisa mewujudkan apa yang dipikirkan dan diinginkan, kemudian dicurahkan.
“Setiap hari, dia hanya bekerja menggambar dan memasukkan ke Facebook. Medsos yang digunakan untuk hal positif akhirnya berdampak positif juga. Buktinya, saya bisa ke sini tanpa direncana. Kebetulan sekali kemarin saya ke Bandung, dan kebetulan Rahmat di Bandung. Dalam hidup tak ada yang kebetulan,” tuturnya.
Anne pun berencana ingin mendampingi Rahmat yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, agar semangat berkaryanya terus tumbuh.
Dia berharap orang-orang di sekitarnya bisa memberikan tempat luang bagi Rahmat agar dia bisa tetap eksis mendesain dan menghasilkan uang. (Depi Gunawan/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved