Cuaca Buruk, 3 Rute Pelayaran Ditutup

(PO/UL/RS/WJ/N-3)
18/12/2018 23:15
Cuaca Buruk, 3 Rute  Pelayaran  Ditutup
(thinkstock)

PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Fery Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur, menutup sementara tiga rute pelayaran akibat cuaca buruk dari siklon tropis kenanga, yakni rute pelayaran Kupang-Larantuka, Kupang-Sabu, dan Kupang-Aimere. Sementara itu, rute lainnya tetap beroperasi seperti biasa.

“Rute lain tetap beroperasi normal, tetapi kita majukan jadwal rute pelayaran, seperti rute Kupang-Rote dari biasanya pukul 09.00 Wita dimajukan ke pukul 06.00 Wita,” kata Kepala PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang, Burham Zahim, kepada Media Indonesia, kemarin.
Menurutnya, rute ke Kupang-Larantuka tutup sejak 15 Desember dan rute Kupang-Aimere tutup 17 Desember. Sesuai dengan rencana, dua rute ini akan beroperasi kembali pada Kamis (20/12) setelah cuaca di perairan kembali normal. Sebelumnya pada 14 Desember lalu, ASDP juga menutup rute Kupang-Kalahabi akibat gelombang tinggi di Selat Ombai, dibuka lagi Selasa (18/12).

Akibat penutupan pelayaran ini, jelas Burhan, tidak berdampak terhadap penumpuk­an penumpang di pelabuhan karena penumpang bisa mengunakan moda transportasi lain, seperti pesawat dan kapal-kapal Pelni.

“Kami berkoordinasi dengan BMKG, jika cuaca buruk, kami batalkan pelayaran. Kalau kembali normal, dibuka kembali. Keselamatan pelayaran nomor satu,” tandasnya.

Dampak siklon tropis kena­nga juga menerpa Bali, meski tidak terlalu terasa. “Untuk wilayah Bali memang terdam-pak (siklon tropis kena­nga) terutama angin dan tinggi gelombang laut. Namun, tidak terlalu signifikan,” ujar Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan.

Merapi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov Jateng, terus memantau perkembangan kawasan bakal terdampak erupsi Merapi di kawasan Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, dengan memasang lima unit kamera pemantau jarah jauh atau CCTV.

“Pemasangan CCTV sebagai upaya mengetahui pergerakan aktivitas Merapi yang saat ini masih dalam status waspada,” tegas Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinung, kepada Media Indonesia, di Boyolali, Selasa (18/12).

Kendati Merapi belum menunjukkan aktivitasnya lagi, menurut Bambang Sinung, semua elemen tetap terus di­minta waspada. Salah satu persiapan yang sudah dilakukan, yakni mempertemukan warga desa terdampak dengan warga desa penyangga.

Yang jelas, lanjut dia, BPBD Boyolali mengimbau kepada warga yang tinggal di lereng Merapi, terutama Kawasan Rawan Bencana III untuk tidak lengah. “Seperti warga Dukuh Stabelan yang jaraknya terdekat dengan puncak Merapi, tetap kita minta kewaspadaannya.”
Dalam upaya mengurangi risiko bencana Merapi, BPBD Boyolali beberapa waktu lalu menggelar kemah jambore relawan. Ini sebagai kesiapan mengantisipasi bencana yang muncul.

Sementara itu, untuk mengatasi banjir di wilayah timur Kabupaten Cirebon, peninggian tanggul dilakukan BPBD setem­pat yang bergotong ro-yong dengan masyarakat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendar, menjelaskan, semula akan me-ngeruk sungai Cisangga­rung, tapi warga meminta tanggul ditinggikan saja. (PO/UL/RS/WJ/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya