Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat akan terjadi peningkatan aktivitas angin monsun Asia pada akhir Desember 2018, tepatnya menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Deputi Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo mengungkapkan pembentukan awan hujan akan merata atau melebar pada 20-22 Desember mendatang sehingga pada tanggal-tanggal tersebut masyarakat patut mewaspadai terjadinya hujan lebat dalam waktu lama.
"Pada waktu-waktu tersebut akan berpotensi adanya pembentukan awan hujan atau stratus yang melebar. Harus diwaspadai oleh masyarakat yang ingin berlibur atau merayakan Natal ataupun Tahun Baru," kata Mulyono Prabowo dalam jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta, kemarin.
Beberapa wilayah yang akan mendapat curah hujan tinggi (>150 mm) ialah pesisir barat Pulau Sumatra seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Bangka bagian utara, Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi bagian selatan, dan Papua.
Meningkatnya aktivitas angin monsun Asia juga didukung ber-akhirnya dampak dari siklon tropis Kenanga yang muncul pada Minggu (16/12).
"Dampak angin kencang dari siklon ini mulailah berkurang karena bergesernya siklon ke arah barat. Hal ini makin mendukung pembentukan awan hujan tadi," terang Mulyono.
Mulyono pun mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca saat akan berlibur serta menyesuaikan kegiatan liburan dengan peringatan cuaca yang telah dikeluarkan BMKG.
Puncak musim
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Kantor BMKG, Jakarta, kemarin, mengatakan Indonesia diprediksi akan memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2019. Musim hujan akan berlangsung hingga akhir Maret 2019.
Sementara itu, hingga kemarin, 77,4% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Suhu permukaan laut di Indonesia dalam kondisi normal serta sirkulasi massa udara dikendalikan angin baratan yang mendominasi wilayah Indonesia. Ini mendukung terjadinya awan-awan hujan yang masif.
Adanya berbagai pengaruh fenomena cuaca itu membuat kondisi cuaca ekstrem masih akan melanda Indonesia hingga puncak musim hujan terjadi.
"Ada fenomena wilayah Indonesia tidak hanya terpengaruh dorongan massa udara basah dari Asia ke Australia, tetapi ini juga mengarahkan uap air sehingga terdorong ke Indonesia. Akibatnya banyak uap air. Aliran udara basah dari Samudra Hindia bagian barat juga sampai pengaruh siklon tropis Kenanga masih berlangsung. Dengan demikian, minggu ini cuaca ekstrem masih akan terjadi," kata Dwikorita.
BMKG pun mengingatkan pemerintah daerah agar mewaspadai bencana alam yang dapat terjadi sebagai dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Sementara itu, BMKG Maritim Teluk Bayur memprakirakan cuaca maritim di perairan barat Sumatra Barat, kawasan Samudra Hindia, cenderung terjadi gelombang tinggi hingga beberapa hari ke depan.
"Waspadai gelombang dengan tinggi 2-2,50 meter di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Samudra Hindia barat Bengkulu," kata prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur, Yosyea Oktaviandra.
Oleh karena itu, BMKG Maritim Teluk Bayur meminta risiko tinggi atas keselamatan pelayaran diperhatikan. (YH/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved