Pemulihan Sungai-Sungai Mendesak

Abdus syukur
18/12/2018 01:15
Pemulihan Sungai-Sungai Mendesak
(MI/ Abdus Syukur)

MEMASUKI musim hujan, kondisi sejumlah sungai­ di Kabupaten Pasuruan sangat genting dan berpotensi terjadi bencana banjir.

Hal itu menjadi perhatian Yayasan Sanggar Indonesia Hijau (Si Hijau) saat melakukan aksi bersih sungai di Sungai Welang, daerah hulu Gunung Melibis di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (17/12).

“Sungai-sungai di Kabupaten Pasuruan, kondisinya genting dan butuh perhatian, keseimbangannya sudah terganggu. Makanya kami mengajak masyarakat untuk bergerak sehingga berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, hingga krisis air bersih bisa teratasi,” ujar Sugiarto, dari Yayasan Si Hijau, kemarin.

Di Kabupaten Pasuruan terdapat enam daerah aliran sungai, yakni sungai sebanyak enam daerah aliran sungai, yakni Sungai­ Rejoso, Gembong, Welang, Masangan, Kedunglarangan, dan Lawean.

Kondisi sungai-sungai itu, baik kualitas maupun kuantitas terus menurun. Salah satunya, gerakan sadar lingkungan­ Si Hijau yang tiap hari membersihkan sungai-sungai tersebut.

“Untuk pembersihan sampah di sungai, kami lakukan hampir tiap hari, sedangkan untuk penanaman pohon, musim hujan seperti ini menjadi waktu yang terbaik,”  imbuh Sugiarto.

Dari Jawa Barat, Polres Cimahi mempertimbangkan pelarangan bus pariwisata berukuran besar melintasi kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada musim liburan seperti sekarang ini.

Pasalnya, beberapa jalur menuju objek wisata di wilayah timur Lembang rawan longsor. Bahkan, selama musim hujan sudah terjadi dua kali longsor. Hingga saat ini belum ada perbaikan dari dinas terkait.

“Cukup riskan apabila tidak ada pembatasan kendaraan terutama bus besar yang melintas ke Cibodas. Pasalnya, lebar jalannya terlalu kecil dan kontur jalannya sering longsor,” ungkap Kasat Lantas Polres Cimahi, AKP Suharto, seusai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin 2018 di Kantor Polres Cimahi, Senin (17/12).

“Apabila surat sudah dijawab oleh provinsi, kami akan kerja sama dengan dinas perhubungan untuk memasang rambu-rambu lalu lintas golongan bus,” lanjutnya.

Masih terkait dengan dampak banjir, Pemkab Kotawaringin Barat akan membuat perda terkait dengan aturan pembangunan di sekitar daerah aliran Sungai Arut yang merupakan langganan banjir.

“Tahun depan kita juga akan buat perda bahwa 500 meter dari bantaran sungai tidak ada permukiman warga,” tegas Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah.

Di Sukabumi, berdasarkan evaluasi­ BPBD setempat ada puluhan rumah warga rusak diterjang bencana akibat curah hujan tinggi selama Desember, sedangkan di Bojonegoro, BPBD setempat memperbaiki jembatan darurat sepanjang 23 meter, penghubung Desa Bareng-Desa Jelu, Kecamatan­ Ngasem, yang ambruk akibat banjir.

Banjir juga menyebabkan saluran irigasi persawahan di Desa Golo Tontong dan Warsawe, Kecamatan Mbliling, Kabupaten  Manggarai Barat,  Nusa Tenggara Timur. Dampaknya 150 hektare sawah kesulitan mendapatkan air irigasi.  

Cuaca ekstrem juga menyebabkan gelombang laut tinggi di perairan Bangka Belitung. Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Bangka telah mengeluarkan peringatan agar  nelayan mewaspdai gelombang laut tinggi.

Anggaran bencana
Pada bagian lain, dalam penanganan kebencanaan, Kabupaten Tapanuli Utara Sumatra Utara menyiapkan dana tak terduga sebesar Rp5 miliar. Untuk BPBD dialokasikan sekitar Rp2 miliar dan sisanya dianggarkan ke dinas lainnya. (DG/YK/RF/SS/BB/JL/JH/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya