Merapi Aktif, Warga Harus Tenang

AU/AT/N-2)
17/12/2018 22:15
Merapi Aktif, Warga Harus Tenang
(ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansya)

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat tidak panik dan khawatir dengan aktivitas Gunung Merapi pada akhir-akhir ini.

“Gunung Merapi tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan sehingga masyarakat waswas, panik, dan sebagainya. Kalau takut, ya tidak usah tinggal di Yogyakarta,” kata Sri Sultan di Kompleks Kantor Kepatihan Yogyakarta, Senin (17/12).

Masyarakat Yogyakarta, katanya, harus bisa ikhlas menerima kondisi Merapi yang kerap beraktivitas. Menurutnya, masyarakat harus melakukan antisipasi dan membangun kewaspadaan apabila sewaktu-waktu terjadi letusan.

Dari hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, teramati guguran­ lava yang mengarah ke bukaan kawah, yaitu hulu Kali Gendol dengan jarak luncur sekitar 300 meter pada Minggu (16/12) sekitar pukul 19.08 WIB.

BPPTKG Yogyakarta telah merekomendasikan agar radius 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi dikosongkan dari aktivitas penduduk.  “Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk,” tegasnya.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, menjelaskan guguran lava merupakan fenomena biasa pada fase pertumbuhan kubah lava baru di Gunung Merapi seperti saat ini. Guguran lava sudah terjadi sejak 22 Agustus. “Saat ini intensitas guguran masih rendah,” kata Hanik.

 BPPTKG juga mengeluarkan imbauan agar masyarakat tenang, sedangkan warga di Kawasan Rawan Bencana III diimbau untuk terus mengikuti informasi pertumbuhan kubah dan guguran lava. (AU/AT/N-2)

 

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya