Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
REALISASI penerimaan pajak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bengkulu Lampung per 30 November 2018 mencapai 75,60% dari target penerimaan Rp 10,443 triliun.
Rinciannya, realisasi PPh Non Migas Rp3,7 triliun atau 69,16% dari target Rp5,4 triliun. Pajak ini mengalami pertumbuhan sebesar 16,51% dari tahun sebelumnya.
PPN dan PPnBM dari target Rp4,7 triliun, realisasinya mencapai Rp3,8 triliun atau 82,28% dan mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya
sebesar 15,39%.
Untuk PBB realisasi mencapai Rp130 miliar atau 112,49% melampaui target Rp115 miliar dengan pertumbuhan sebesar 1,35%. Sementara realisasi pajak lainnya sebesar Rp116 miliar atau 70,91% dari target Rp164 miliar dengan pertumbuhan 4,19%.
Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan, Dudi Effendi masih ada waktu sepuluh hari lagi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak hingga akhir tahun 2018, khususnya di sektor UMKM dan penyerapan anggaran pemerintah.
"Kami terus mengimbau wajib pajak UMKM untuk bersama meningkatkan realisasi pajak karena sejak 1 Juli 2018 kemarin pajak UMKM yang semula 1%, telah dikurangi menjadi hanya 0,5% dari omzet," kata Dudi dalam kegiatan sosialisasi pajak di Kanwil Dirjen Pajak Bengkulu-Lampung, Bandar Lampung, Senin (17/12).
"Begitu juga dengan penyerapan anggaran berpengaruh cukup besar ke penerimaan pajak. Kami mengimbau kepada instansi pemerintah untuk mengoptimalkan penyerapan anggarannya," lanjut Dudi.
Baca juga: Pengamanan Nataru di Daerah Melibatkan Ormas Islam
Menurut Dudi upaya sosialisasi pajak yang dilakukan sudah maksimal. Namun diakui pihaknya menemui kendala keterbatasan sumber daya manusia untuk memakasimalkan potensi pajak. Pasalnya hanya ada 6 kantor pelayanan pajak (KPP) untuk melayani wilayah Lampung dan Bengkulu.
"Di Lampung kita memiliki 3 KPP yang melayani kabupaten di luar Bandar Lampung dengan luas wilayah yang cukup besar, kami.memiliki keterbatasan kapasitas untuk merealisasikan target-target tersebut," katanya.
Selain itu, lanjut Dudi faktor turunnya harga komoditas perkebunan juga menjadi faktor penyebab belum optimalnya penerimaan pajak. Perekonomian Lampung didominasi sektor komoditas, seperti kopi, lada, sawit. Tahun ini harga komoditas tersebut mengalami penurunan. Namun produksi tidak mengalami penurunan, sehingga tidak memengaruhi penerimaan pajak secara
signifikan.
Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen, Yusup Widodo, menambahkan upaya lain yang telah dilakukan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, yaitu pendampingan bendahara desa dalam pengelolaa dana desa. Tahun depan, pihaknya akan menggandeng mahasiswa sebagai relawan untuk menyosialisasikam pelaporan SPT elektronik.
"Kami yakin mahasiswa jauh dari kata Gaptek (gagap teknologi), harapannya mereka bisa membantu kami menyosialisasikan dan mengajarkan para wajib pajak untuk mengisi SPT elektronik. Karena salah satu kendala pelaporan SPT ini banyak yang belum paham," ujar Yusup. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved