BI Solo Perkuat Klaster Pembibitan Bawang Putih

Ferdinand
16/12/2018 16:15
BI Solo Perkuat Klaster Pembibitan Bawang Putih
(Ist)

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo bersama Taruna Tani Maju Tawangmangu dalam dua tahun terakhir fokus mengembangkan dan memperkuat klaster pembibitan bawang putih varietas unggul.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan swasembada bawang putih sekaligus menekan inflasi yang dipicu oleh harga komoditas bahan pangan tersebut.

Media Indonesia bersama puluhan jurnalis dari berbagai media massa, Jumat (14/12), mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung klaster yang berlokasi di Dukuh Poncot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah itu.

Ketua Taruna Tani Maju Tawangmangu, Bejo Supriyanto yang menyambut kedatangan kami memperlihatkan hasil kerja keras selama dua tahun terakhir. Berupa seikat bibit bawang putih dengan umbi berukuran besar-besar.

"Ini kami beri nama tawangmangu super, hasil inovasi dobel kromosom," katanya.

Menurut Bejo, tawangmangu super ini memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan varietas Tawangmangu Baru yang mereka kembangkan sebelumnya. Secara fisik tawangmangu super memiliki diameter dan bentuk siung yang lebih besar, tidak kalah dengan bawang putih impor. 

 

Baca juga: Kalsel Usulkan Pengakuan Wilayah Adat

 

Keunggulan tawangmangu super yang tidak dimiliki oleh bawang putih impor terletak pada aroma dan rasa. Tawangmangu super memiliki aroma yang lebih kuat seperti halnya bawang putih lokal.

Adapun produktivitas, Bejo mengatakan, berdasarkan uji coba dari 6 kilogram benih bisa menghasilkan 120 kilogram bawang putih cabut basah. Kalau diasumsikan 1 hektare lahan ditanami 600 kilogram bibit, artinya produktivitas tawangmangu super bisa mencapai 20 ton per hektare.

"Lebih tinggi dibandingkan tawangmangu baru, yakni 18 ton-19 ton per hektare," katanya.

Bejo menambahkan, proses pengembangan bibit tawangmangu super ini belum final. Dia berharap ke depan produktivitasnya bisa ditingkatkan lagi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto mengaku cukup puas dengan capaian itu. Dia optimistis upaya ini kelak akan memberikan hasil yang memuaskan. Baik dari sisi peningkatan kesejahteraan petani, pemenuhan kebutuhan bawang putih masyarakat, maupun pengendalian inflasi.

"Satu hal yang perlu kami tegaskan, apa yang dilakukan oleh BI ini sudah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait. Jadi, tidak ada tumpang tindih di sini," katanya.

Penegasan senada juga disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo M. Taufik Amrozy. Dia mengatakan, saat ini yang paling penting adalah bagaimana agar upaya menuju swasembada bawang putih melalui penguatan klaster pembibitan ini terus berlanjut. 

"Ini jalan panjang menuju swasembada bawang putih yang harus kita lalui bersama-sama," kata Taufik. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya