Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Tasikmalaya Kota berupaya melakukan deradikalisasi terhadap delapan keluarga terduga teroris berasal dari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kepolisian Resor Tasikmalaya tersebut, menjadi salah satu daerah berada di seluruh Indonesia yang telah merangkul para anggota keluarga terduga teroris dengan menciptakan hubungan yang lebih baik.
"Kami telah memberangkatkan para keluarga terduga teroris berasal dari Kota/Kabupaten Tasikmalaya menggunakan bus berukuran sedang, dan di dalam kendaraan itu terdapat belasan anggota dari delapan terduga teroris yang selama itu telah menjenguk keluarganya ke Jakarta yang terdiri dari mulai balita, anak-anak kecil, remaja, istri terduga teroris maupun orangtua terduga," kata, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKB Febry Kurniawan Ma'ruf, Minggu (16/12).
Febry mengatakan, salah satu langkah yang dilakukannya selama ini melalui pemberian fasilitas untuk menjenguk terduga teroris yang tengah ditahan di Lapas Cipinang, Jakarta. Para keluarga terduga teroris tersebut sudah kembali lagi ke Kota Tasikmalaya dalam kondisi semua telah selamat sampai tujuannya.
"Seluruh anggota keluarga terduga teroris juga mendapatkan pembinaan deradikalisasi, dan tentunya selama itu mereka memiliki program strategis dalam rangka pencegahan yang telah dilakukannya sekitar enam bulan," ungkapnya.
Baca juga: Pesta Seks di Sleman, Bupati Siapkan Sanksi
Febry mengungkapkan, berbagai langkah dan upaya pendekatan yang baik selama itu tetap dilakukan kepada sejumlah anggota keluarga hingga mereka dapat bersedia untuk dirangkul lewat beberapa program deradikalisasi yang strategis. Hal ini sesuai dengan amanat dari Kapolda Jawa Barat supaya jajaran kepolisian dapat melakukan upaya untuk memutus mata rantai paham terorisme.
Program tersebut dinilai sangat diperlukan mengingat selama ini keluarga terduga mendapatkan tekanan sosial di lingkungan sekitarnya. Febry mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan terhadap keluarga terduga teroris dan mereka bersedia untuk dirangkul.
Program tersebut juga mencakup pemberian modal usaha bagi anggota keluarga, sehingga mereka dapat tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Hal ini mengingat sejumlah tulang punggung dari keluarga tersebut tengah ditahan di Cipinang," ujarnya.
Ia juga menekankan program deradikalisasi tersebut juga memperhatikan anggota keluarga. Sebab mereka terdampak psikologis, dan kerap termarginalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara, salah satu keluarga terduga teroris berinisial DT, 65, mengatakan pihanya sangat menyambut positif atas seluruh program yang dilakukan Polres Tasikmalaya Kota. Ia pun merasa sangat bersyukur karena telah diberikan kemudahan dalam menjenguk anaknya yang tengah ditahan di Cipinang.
"Kami sangat senang dan juga bahagia, anak saya bisa dipertemukan kembali meskipun ia masih di dalam tahanan dan tentunya saya berterimakasih kepada bapak Polisi. Namun, bagaimanapun kami sangat berharap dapat terus diberikan kemudahan dalam menjenguk anggota keluarga yang sekarang ini masih di tahan," ujarnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved