Longsor di Tobasa, Sembilan Warga Meninggal

(JH/PS/N-1)
16/12/2018 11:15
Longsor di Tobasa, Sembilan Warga Meninggal
(MI/Januari Hutabarat )

HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara, mengakibatkan banjir dan longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toba Samosir (Tobasa) mencatat 9 orang meninggal dunia dan 5 orang terluka. Sebanyak empat rumah warga di Aek Gambir Desa Halado Kecamatan Pintupohan tertimbun tanah longsor.

Kepala BPBD Tobasa Herbert Pasaribu, kemarin, memastikan dari jumlah korban yang meninggal tersebut satu orang masih dalam pencarian. Korban diduga tertimbun tanah longsor dan hingga petang kemarin belum ditemukan. "Pencarian korban terpaksa dihentikan karena hujan lebat dan mengantisipasi longsor susulan yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa," ujar Herbert.

Untuk sementara ini, BPBD Tobasa membuka dapur umum juga pengobatan sehingga evakuasi dapat berjalan dengan baik. Pencarian korban akan dilakukan dengan menurunkan alat berat milik Pemkab Toba Samosir dibantu alat berat milik PT Toba Pulp Lestari.

Dari kejadian tersebut sebanyak delapan KK atau 39 jiwa tersebut kini sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman. "Kalau dianggap perlu relokasi, akan kita pikirkan kemudian," ungkap Herbert.

Bencana tanah longsor di Desa Halado yang terjadi pada Kamis (13/12) dini hari itu sempat menutup beberapa titik akses jalan. Untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan, petugas harus menggunakan empat unit alat berat. Jalur berhasil dibuka pada pukul 18.00 WIB, kemarin. Kendati begitu, cuaca ekstrem masih menjadi kendala di lokasi longsor, terutama dalam upaya pencarian korban.

Diakui, pergerakan tanah juga diketahui masih terjadi.

"Bahkan kemarin, sampai empat kali terjadi longsor susulan yang menimpa akses jalan sehingga tim kita harus bekerja dengan waswas dan terus memantau pergerakan tanah di atas bukit," pungkasnya.
Bencana banjir disertai tanah longsor hingga kemarin masih mengepung wilayah Aceh Tenggara di 39 desa pada tujuh kecamatan dengan ketinggian air mencapai 1 meter di beberapa lokasi akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

"Ada satu rumah roboh tersapu banjir di Desa Tualang Sembilar, Bambel. Ada juga beberapa jembatan gantung penghubung antardesa putus pada Kamis, (13/12) malam," ujar Kepala Pelaksana BPBD Aceh, Teuku Ahmad Dadek, di Banda Aceh.

Ada sembilan desa di dua kecamatan, yakni Tanoh Alas dan Babul Rahmah, yang masih terendam akibat tanggul Sungai Alas jebol. Rata-rata banjir merendam sebagian rumah, halaman rumah, dan kini dalam situasi siaga sebagai antisipasi jika air naik. Hingga kini Dusun Lawe Dundung di Desa Lauser, Ketambe, terisolasi akibat jembatan gantung penghubung desa terputus.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya