Pengusaha UKM Harus Adaptasi Era Digital

Siswantini Suryandari
15/12/2018 17:05
Pengusaha UKM Harus Adaptasi Era Digital
(Siswantini Suryandari /MI)

MENTERI Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan bahwa UKM harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Saat ini dunia sedang memasuki era revolusi industri 4.0. Untuk itulah semua UKM bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"New era entrepreneurship dalam revolusi industri 4.0 merupakan hal yang baru bagi UKM. Kalau dulu kita ingin menjual barang harus punya toko. Punya usaha taksi harus beli mobil. Punya usaha hotel harus membangun hotel. Sekarang tidak demikian. Pengusaha hotel tapi tidak punya hotel. Pengusaba taksi tapi tidak punya taksi, berjualan barang apa saja tidak punya toko. Semua ada di genggaman melalui aplikasi pada ponsel. Dengan revolusi industri ini, UKM bisa maju," kata Puspayoga saat membuka Sampoerna Enterprenurship Training Center Expo di Taman Gong Perdamaian, Denpasar, Bali, Sabtu (15/12).

"Pada 2014 jumlah pengusaha UKM di Indonesia itu masih di bawah 2%. Padahal aturan internasional paling dasar 2%, kita masih di bawah 2%. Tepatnya 1,65%. Itu di bawah Singapura 7%, Malaysia 5%, dan Thailand 4%," lanjut Puspayoga.

Namun, dalam perjalanannya apalagi adanya revolusi industri 4.0, saat ini pertumbuhan entrepreneur UKM hingga 2017 mencapai 3,1%.

"Kita bisa mengalahkan Malaysia suatu saat," harap Puspayoga.

Apalagi saat ini pemerintah telah memberikan keringanan pajak untuk UKM agar pertumbuhan ekonomi meningkat dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Saat ini pajak untuk KUR 7% dari sebelumnya 22%, dan pajak penghasilan UKM dari 1% menjadi 0,5%.

Lebih lanjut Puspayoga mengatakan bahwa UKM adalah tulang punggung perekonomian di Indonesia. Apalagi saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada 1998, UKM tidak goyah dan tetap menjalankan roda ekonomi. Untuk itu UKM di Indonesia harus diperkuat.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas UKM dan Koperasi Provinsi Bali, I Gede Indra Putra, menambahkan bahwa para pengusaha UKM harus bisa menyesuaikan dengan kondisi konsumen saat ini.

"Sekarang semua serbacepat, tersedia, dan gampang didapat. Di Bali, mayoritas UKM di sektor swasta harus ikut beradaptasi dengan keinginan konsumen yang sudah masuk di era digital. Pengusaha harus mewaspadai keinginan konsumen," tegasnya.

Hal ini sejalan dengan keinginan PT HM Sampoerna Tbk yang sudah 10 tahun membina para pengusaha kecil dan menengah untuk menjadi pengusaha mandiri dan akrab dengan digital.

Kepala Hubungan Daerah dan CSR Sampoerna, Ervin Laurence Pakpahan, menjelaskan pada acara Sampoerna Enterpreneurship Training Center di Bali berlangsung 15-16 Desember ini merupakan rangkaian puncak dari program Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPK Sampoerna). Saat ini, sudah ada 40 ribu wirausahawan di 79 kota/kabupaten di Indonesia yang dilatih di PPK Sampoerna.

"Saat ini, kami perkenalkan new era enterpreneurship untuk lebih mendekatkan para pengusaha UKM ke era digital," kata Ervin.

Dan SETC Expo menjadi tonggak penting perjalanan program PPK Sampoerna dalam meningkatkan kapasitas para pelaku UKM binaannya yang siap menghadapi tantangan dan mengembangkan usaha. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya