Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN inflasi secara nasional dalam empat tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang semakin menurun. Pada 2013 inflasi masih sangat tinggi sebesar 8,38% dan 8,36% pada 2014.
Penurunan inflasi sangat signifikan terjadi mulai 2015, yaitu menjadi hanya sekitar 3,35%, turun lagi menjadi 3,02% 2016, 3,61% tahun 2017 dan sekitar 3,23% pada November 2018.
Perkembangan inflasi yang semakin rendah salah satunya disebabkan oleh keberhasilan pemerintah mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok, khususnya harga bahan makanan yang selama ini menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Ekonom Universitas Hasanuddin, Muhammad Syarkawi Rauf, saat memberikan kuliah umum di STIE AMKOP Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/12), menyatakan bahwa penurunan inflasi yang sangat drastis disebabkan oleh ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok, khususnya beras, bawang putih, minyak goreng, terigu, gula pasir putih, cabai, bawang merah, dan kebutuhan pokok lainnya dalam jumlah serta waktu yang tepat, khususnya pada saat momen hari-hari besar keagamaan.
"Hal ini dapat dilihat pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa inflasi bahan makanan pada 2014 masih sekitar 10,57%, turun menjadi 4,93% 2015, 5,69% 2016, 1,26% 2017, dan diperkirakan hanya sekitar 1,69% 2018," ujar mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di STIE AMKOP, Makassar, Sabtu.
Lebih lanjut Syarkawi mengatakan, andil bahan makanan terhadap pembentukan inflasi juga mengalami penurunan dari 2,06% pada 2014 menjadi 0,98% 2015, menjadi 1,21% 2016, 0,25% 2017, dan diperkirakan hanya 0,34% pada 2018.
Inflasi yang semakin rendah berdampak pada daya beli masyarakat yang semakin baik. Artinya, dengan peningkatan pendapatan yang lebih tinggi dari inflasi (secara tahunan terjadi penyesuaian upah), masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini juga berdampak terhadap penurunan jumlah penduduk miskin.
"Inflasi rendah memberi kesempatan kepada masyarakat berpendapatan tetap untuk menabung sehingga tersedia cukup dana pihak ketiga di perbankan untuk membiayai investasi," tegas ekonom Unhas itu saat memberikan kuliah umum di STIE AMKOP.
"Kita patut memberikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, yang telah mampu menjaga produksi bahan-bahan kebutuhan pokok dalam jumlah yang cukup selama empat tahun terakhir. Tanpa kerja keras kementan dan lembaga terkait lainnya, khususnya Tim Satgas Pangan Polri, yang mengawasi distribusi bahan pangan, hal ini sulit dicapai," sambung Syarkawi.
Ia pun berharap pemerintah dapat mempertahankan prestasi ini pada 2019 sehingga target inflasi 3,5% plus minus 1% dapat tercapai.
"Kita tahu bahwa situasi ekonomi 2019 akan diliputi ketidakpastian tetapi pemerintah memiliki langkah-langkah antisipasi sehingga produksi/ketersediaan dan distribusi bahan kebutuhan pokok tetap terjamin pada jumlah dan harga yang terjangkau. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved