Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOMPET Kemanusiaan Media Group hingga saat ini masih melanjutkan proses pembangunan hunian sementara (huntara), di lokasi terdampak bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi, di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Sejak dimulainya pembangunan huntara pada awal November lalu, Dompet Kemanusiaan Media Group menargetkan 1.000 huntara bagi korban yang kehilangan rumah tinggalnya atau mengalami kerusakan parah akibat bencana.
Namun, karena banyaknya warga yang butuh bantuan huntara, Dompet Kemanusiaan Media Group terus melanjutkan pembangunannya, yang saat ini masih dikerjakan di lokasi terdampak bencana, yang tersebar di Palu, Sigi, dan Donggala. Dari target 1.000 huntara, Dompet Kemanusiaan Media Group bersama masyarakat penerima manfaat telah selesai mengerjakan 836 huntara.
Sebanyak 362 sedang dalam proses pengerjaan. Tidak hanya itu, masih tercatat 90 rangka huntara yang siap dipasangi dinding dan atap, yakni masing-masing berjumlah 58 rangka di Kecamatan Kulawi, Sigi, 11 rangka berada di Kecamatan Labuan, Donggala, dan 12 rangka berada di Kota Palu.
Jika ditotal, pembangunan huntara di lokasi terdampak bencana Palu, Sigi, dan Donggala, jumlahnya telah melebihi target, mencapai 1.288 unit. Menurut Sugiarto, Koordinator Lapangan Dompet Kemanusiaan Media Group, pihaknya bersama relawan tetap bekerja melakukan monitoring dan distribusi material hingga ke tangan penerima manfaat dari Dompet Kemanusiaan Media Group. “Sekarang ini kita terus monitor semua pendistribusian material yang sudah sampai ke penerima manfaat dari Dompet Kemanusiaan Media Group, mulai proses pembangunan hingga sampai dihuni oleh masyarakat,” ujar Sugiarto, kemarin di Palu.
Menurutnya, yang paling penting dilakukan oleh tim Dompet Kemanusiaan Media Group ialah pengawasan terhadap para penerima bantuan huntara. “Pengawasan atau kontrol terhadap masyarakat, tetap kami lakukan hingga selesai pembangunan huntara oleh masyarakat,” pungkasnya. (MT/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved