Kemendag Jaga Stabilitas Harga Bapok

(VL/N-1)
15/12/2018 03:45
 Kemendag Jaga Stabilitas Harga Bapok
(ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

KEMENTERIAN Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Karena itu, Kemendag bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait memastikan harga dan pasokan terjaga dengan baik.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi saat memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tentang ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (14/12).

Rakorda dihadiri  antara lain Kadinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Jenny Karouw, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Sorkowardojo, dan Kabulog Divre Sulut dan Gorontalo, perwakilan SKPD yang membidangi perdagangan di kota/kabupaten Provinsi Sulut, serta pelaku usaha distributor bapok dan ritel modern.

“Pemerintah siap menyambut datangnya Natal dan tahun baru, serta menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk itu, tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat,” ungkap Sutriono.

Menurut dia, terdapat empat langkah strategis yang disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini. Pertama, melalui penerapan permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok (Permendag 20/2017), harga eceran tertinggi beras (Permendag Nomor 57/2017), dan harga acuan di konsumen (Permendag Nomor 96/2018). “Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan dan memastikan seluruh permendag dapat diimplementasikan oleh para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kedua, melalui penatalaksanaan. Salah satunya dengan melaksanakan rakor dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha. Selain itu, melalui fasilitasi pelaku usaha dan penugasan Bulog. Ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh daerah pantauan utama. Langkah ini memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok.

Keempat, melalui penetrasi pasar beker­ja sama dengan pemda, Bulog Divre, dan distributor barang di daerah. Itu untuk memastikan pasokan ke pasar tersedia cukup hingga menjelang Natal dan tahun baru. Sutriono mengimbau pelaku usaha tidak menaikkan harga dan menimbun barang dalam rangka spekulasi. (VL/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya