Ribuan Keluarga Menjadi Korban Banjir di Riau

Rudi Kurniawansyah
14/12/2018 19:05
Ribuan Keluarga Menjadi Korban Banjir di Riau
(MI/Rudi Kurniawansyah)

SEDIKITNYA 3 ribu keluarga hingga Jumat (14/12) petang menjadi korban terdampak musibah banjir yang terjadi di Riau. Bencana banjir saat ini masih melanda 6 daerah yaitu Rokan Hilir, Pelalawan, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, dan Pekanbaru.

"Data terakhir untuk Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, korban masyarakat terdampak bencana banjir sekitar 1.248 keluarga dari 10 kepenghuluan atau kelurahan," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Jumat.

Dikatakannya, BPBD melakukan penanganan bencana banjir pada 6 kecamatan di Rokan Hilir yaitu Rantau Kopar dengan Desa Sekapas dan Kelurahan Sungai Rangau. Kemudian Rimba Melintang persisnya di Desa Karya Mukti. Selanjutnya Tanah Putih di Desa Putat dan Desa Ujung Tanjung, lalu Bangko Pusako persisnya di Desa Bangko Makmur, serta Kecamatan Pujud dan Kecamatan Bangko.

"Ketinggian air sampai saat ini bervariasi yaitu sekitar 10 sentimeter hingga 1,50 meter. Fasilitas umum yang terdampak dari bencana banjir ini antara lain 6 Sekolah, 2 TPU, 1 masjid, 1 musala, 1 surau, 1 pasar, 1 tempat pelelangan ikan, 1 taman, 1 rumah suluk, 1 Polindes, 2 kantor desa yaitu Kantor Penghubung dan Kantor Penghulu," terang Edwar.

Selain itu, lanjutnya, banjir di Pelalawan terjadi pada 6 kecamatan di 16 desa atau kelurahan. Sejauh ini data korban terdampak pada 6 kecamatan tersebut yakni sekitar 1.357 keluarga atau sebanyak 3.667 Jiwa.

Sebanyak 968 unit rumah tergenang sebatas pekarangan, 115 unit rumah terendam, 16 unit fasilitas umum seperti jalan, rumah ibadah dan  pasar juga terendam serta fasilitas pendidikan seperti sekolahan juga ikut terendam. Ketinggian air dilaporkan bervariasi mulai dari 30 cm sampai 1,25 m sehingga untuk sementara akses ring road PT RAPP dan ponton penyeberangan ditutup.

"BPBD setempat juga telah mendirikan posko evakuasi bagi warga yang akan mengungsi. Posko juga digunakan untuk memudahkan penyaluran bantuan," ujar Edwar.

Sementara banjir di Kabupaten Kampar juga berdampak cukup luas. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran Sungai Kampar terendam oleh banjir. Hingga kini, BPBD masih melakukan penanganan serta pendataan jumlah korban dan fasilitas umum yang terdampak oleh banjir.

"BPBD Kampar melaksanakan sejumlah upaya evakuasi terhadap warga. Tim di lapangan juga telah mendirikan posko-posko darurat untuk warga terdampak banjir yang akan mengungsi," jelas Edwar.

Hingga saat ini, kata Edwar, tim BPBD Riau juga masih melakukan pendataan dampak banjir yang melanda Kampar, Bengkalis, dan Rokan Hulu. Adapun banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru saat ini sudah mulai surut.

Namun, warga masih diminta waspada terhadap kemungkinan banjir susulan lantaran masih tingginya curah hujan dan meluapnya Sungai Siak.

"Warga diimbau untuk tetap selalu waspada terhadap banjir. Warga juga diminta mengawasi anggota keluarga terutama anak-anak agar tidak membiarkan mereka bermain-main air di genangan banjir demi menghindari hal yang tidak diinginkan," ungkap Edwar. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya