Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menyebutkan jembatan permanen pengganti jembatan yang ambruk di jalur utama Padang-Bukittinggi, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, mulai dibangun Maret 2019.
"Setelah melalui proses tender, mudah-mudahan bisa mulai dibangun Maret 2019 dan rampung, September atau Oktober 2019," kata Jokowi diakun resmi Instagram-nya, Kamis (13/12).
Dia mengatakan, pemerintah segera menyiapkan desain jembatan permanen tersebut.
Percepatan pembangunan jembatan permanen juga dilontarkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau jembatan putus itu, Kamis ini.
Bahkan Basuki mengatakan, pembangunan jembatan permanen ini tidak melalui tender, karena nilainya berkisar Rp15 miliar.
"Tidak perlu tender hanya kecil ini paling banyak dana Rp 15 miliar," ujarnya.
Dia mengaku akan menunjuk langsung yang mengerjakannya agat cepat selesai pembangunannya. Di samping itu, untuk konstruksi pihaknya juga menggunakan pabrik beton lokal di Sumatra Barat seperti PT Kunango Jantan. Demikian juga dengan kontraktornya.
Jembatan permanen yang akan dibangun, lebih kuat dan mampu bertahan hingga seratusan tahun.
"Saya sudah pesan. Ketahanannya lebih dari yang dulu sampai 100 tahun," tukasnya.
Pembangunannya jembatan sepanjang 30 meter ini akan berlangsung 6 bulan. Untuk sementara jalur tersebut sebentar lagi akan bisa dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4, seiring dibangunnya 2 jembatan darurat.
"Kementerian PUPR membangun jembatan darurat, yang ditarget rampung 2 hari kedepan. Agar kendaraan bisa segera melintasi jalur utama Padang-Bukittinggi tersebut," imbuh Basuki.
Terputusnya jembatan penghubung utama Padang-Bukittinggi, dan juga Pekanbaru, tidak serta merta melumpuhkan perhubungan antara kedua kota terbesar di Sumbar itu, termasuk ke Riau.
Pasalnya, seperti diungkapkan Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno arus lalu lintas Padang-Bukittinggi untuk sementara dialihkan ke sejumlah jalur alternatif seperti via Sitinjau Lauik atau Solok, via Malalak, Agam, dan via Kelok 44, Agam.
Namun, perlu diketahui, pilihan jalur alternatif semakin memboroskan waktu tempuh Padang - Bukittinggi, sehingga biaya bertambah. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved