Pengunjung terus Bertakziah Mengenang Teungku Abdullah Bin Peusan

Amiruddin Abdullah Reubee
13/12/2018 13:40
Pengunjung terus Bertakziah Mengenang Teungku Abdullah Bin Peusan
(MI/Amir MR)

HINGGA hari ketiga, Kamis (13/12) wafatnya ulama kharismatik Aceh, Teungku Abdullah Bin Teungku Peusan, banyak para sahabat dan masyarakat bertakziah ke kediaman keluarganya di Desa Neulop Reubee. 

Tidak sedikit para santri Pesantren Bustanul Ma'arif dan warga sekitar ramai-ramai menziarahi, lalu berdoa dan membaca ayat-ayat Al-Quran di makam almarhum.

Pengamatan Media Indonesia, para penziarah terus berdatangan dari berbagai Kabupaten pelosok di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Besar dan Banda Aceh. Mereka berzikir dan samadiah serta berdoa di rumah keluarga yang ditinggalkan sang guru pesantren ini.

 

Baca juga: Wapres: Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascagempa Sulteng dan NTB Dipercepat

 

Kepulangan sang guru agama pada Selasa (11/12) yang ahli dibidang ilmu faraidh (ilmu pembagian harta warisan) dari dunia fana, banyak ditangisi para muridnya dan masyarakat. Tidak sedikit peziarah yang melaksanakan jenazah ghaib dari kejauhan dan yang terlbat datang setelah pemakaman.

"Kami berdoa dan melakukan salat jenazah ghaib ini  sebagai bakti terakhir kepada almarhum yang telah mengajar kami saat masih nyantri di Bustanul Ma'arif," kata Teungku Mukhtar, yang juga Pimpinan Balai Pengajian Fituhul Mu'arif, Matang Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa.

Amiruddin Abdullah, 47, putra pertama dari pasangan sang anutan ummat Tengku Abdullah bin Teungku Peusan dan Maimunah binti Teungku Muhammad Juned, almarhum adalah kelahiran Desa Aron Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, sekitar tahun 1934. Ayahnya bernama Teungku Peusan yang juga seorang pemuka agama dan tokoh berpengaruh pada zamannya.

Teungku Abdullah Pirak bertalian dari keturunan pahlawan Nasional Teungku Chik Di Tunong yang tak lain adalah Suami Cut Meutia.

Teungku Peusan juga termasuk pejuang mempertahankan negara diari penjahahan di Fron, Medan Area. Siapa saja ingin berjuang di Medan Area, mendaftar dulu ke Teungku Peusan. Saat waktu pulang juga melaporkan apakah ada di antara pejuang dari wilayah Matangkuli itu yang gugur di alam perang. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya