Ekonomi Surakarta Diprediksi Tumbuh Lebih Baik

Ferdinand
12/12/2018 14:40
Ekonomi Surakarta Diprediksi Tumbuh Lebih Baik
(MI/M IRFAN)

EKONOMI di wilayah eks Karisidenan Surakarta, Jawa Tengah, diprediksi tumbuh lebih baik pada tahun ini, yakni dikisaran 5,3%-5,7%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto, menyebut prosentase pertumbuhan itu ditopang oleh empat penyokong utama. Yaitu, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, pertanian, serta konstruksi.

"Secara spasial Solo Raya mampu tumbuh lebih baik dengan tingkat inflasi terjaga stabil di kisaran 2,99%," kata Bandoe pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018, Rabu (12/12).

Sebelumnya Bandoe menyatakan, perekonomian dunia pada tahun depan diperkirakan cenderung melambat. Ekonomi Amerika Serikat yang mendorong menguatnya nilai tukar dolar diperkirakan menurun. Demikian pula ekonomi Tiongkok akan melandai dan tekanan inflasi meningkat.

 

Baca juga: Polda Jateng Persiapkan Tiga Jalur Mudik Nataru

 

Secara umum, lanjut dia, prospek ekonomi Indonesia cukup baik. Tahun ini laju pertumbuhan diperkirakan 5,1% dengan tingkat inflasi 3,2%. Depresiasi nilai tukar tetap terjaga, dan pada 2019 diperkirakan terjaga stabil sesuai mekanisme pasar.

Kondisi ekonomi nasional tersebut berimbas positif pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Sampai triwulan III pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,38% dengan inflasi rendah stabil dikisaran 3,1%.

Pertumbuhan ini ditopang oleh investasi dan konsumsi dengan terjaganya daya beli, serta program bantuan sosial dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Untuk menjaga pertumbuhan yang positif ini kita semua harus bersinergi. Sinergi adalah kunci. Seiring terjaganya harga dan stabilitas nilai tukar, defisit transaksi berjalan 2019 diperkirakan menurun," kata Bandoe. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya