Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR kembali merendam jalur pantura Semarang-Demak sepanjang satu kilometer dengan ketinggian 20-30 sentimeter. Upaya pengeringan dilakukan dengan penyedotan dengan pompa dibuang sungai terdekat.
Pemantauan Media Indonesia, Selasa (11/12) sore, kepadatan lalu lintas sepanjang 2,5 kilometer kembali terjadi di jalur pantura Semarang-Demak. Ratusan kendaraan hingga pukul 19.30 WIB harus berjalan merambat akibat banjir kembali merendam jalur itu sepanjang 1 km.
Genangan banjir setinggi 20-30 cm merendam mulau Kawasan Industeri Terboyo hingga samping Pasar Genuk, sehingga kendaraan dari arah timur (Demak) sebagian dialihkan melalui jalan Waltermanginsidi, sedangkan kendaraan dari arah barat dialihkan melalui Tol Kalifawe dan keluar di Gayamsari, Kota Semarang.
Sementara itu, ratusan pekerja di beberapa pabrik di sekitar banjir akibat laut pasang (rob) dan hujan memilih berangkat dan pulang kerja dengan jalan kaki, karena menghindari kendaraan mogok saat melintasi banjir itu.
"Banjir kembali merendam sejak sore karena rob, selain jalur pantura banjir juga jembali merendam beberapa kawasan perkampungan seperti Trimulyo, Rejosari, Gebangsari dan Perimahan Genuk," kata Sukirman, 55, warga Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang.
Hal senada diungkapkan Untung, 45, pekerja di kawasan industri, mengaku memilih jalan kaki menuju ke pabrik saat banjir, karena untuk menghindari kendaraan mogok akibat banjir itu.
"Kami kebetulan dapat sif malam, jadi dari rumah jalan pilih jalan kaki saja dari pada mogok," katanya.
Untuk mengurangi banjir yang merendam jalur pantura tersebut, kembali diupayakan dengan penyedotan menggunakan mesin pompa, air yang cukup tinggi di jalan utana ini disedot dan dibuang ke saluran dan Sungai Babon menggunakan pipa sepanjang 1 kilometer dari mesin.
Sementara itu, Pemkot Semarang melakukan upaya mengatasi banjir dengan cara terintegeasi yakni selain normalisasi beberapa sungai yang hingga kini masih dikerjakan, juga membuat folder serta kembali mengembalijan fungsi lahan.
"Kita lakukan pengembalian fungsi lahan sesuai Rencaba Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penegasan pengetatan perijinan pendirian bangunan," kata Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota Semarang, Irwansyah.
Langkah ini,lanjut Irwansyah, diharapkan akan dapat mengendalikan banjir yang ada dan sekaligus mengatasinya, karena lahan aksn difungsikan sebagaimana petuntukan seperti lahan untuk taman dikembalikan menjadi taman dan lainnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved