Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kereta Api Indonesia memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang kereta api di Provinsi Sumatra Utara dalam suasana Natal dan Tahun Baru jika dibandingkan dengan momentum yang sama sebelumnya.
Manajer Humas PT KAI Divre 1 Sumut, Ilud Siregar, mengatakan, pihaknya memprediksi peningkatkan jumlah penumpang kereta api dalam suasana Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 akan sebanyak 17.556 orang. Atau naik sebesar 4% jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 16.788 orang.
"Untuk melayani peningkatkan jumlah penumpang tersebut kami menyiapkan 30 unit lokomotif, 76 unit kereta api dan 4 unit kereta cadangan," ujarnya di Medan, Selasa (11/12).
Sementara untuk rute kereta api (KA), lanjut Ilud, pihaknya menyiapkan 16 perjalanan KA reguler, 42 perjalanan KA Bandara, 24 perjalanan lokal serta 8 perjalanan KA Perintis Cut Meutia. Mereka dioperasikan untuk melayani masyarakat yang ingin menggunakan jasa KA pada masa liburan akhir tahun.
Dengan demikian, total KA yang siap melayani masyarakat di Sumut pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini sebanyak 90 perjalanan. Adapun periode arus mudik Natal dan Tahun Baru tahun ini ditetapkan berlangsung mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019, atau selama 18 hari.
Selain kesiapan kereta api, PT KAI Divre Sumut juga menyiagakan pegawai yang akan melayani pergerakan penumpang dalam suasana Natal dan Tahun Baru. Salah satunya dengan kebijakan pelarangan mengambil cuti tahunan. Begitu juga dengan aspek keamanan.
Pihaknya pun menyiagakan 279 personel keamanan yang terdiri atas 73 Polsuska, 206 satpam serta bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 38 personel. Mereka akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun berpatroli di jalur KA dan objek-objek penting lain, seperti dipo lokomotif dan kereta.
Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya, PT KAI Divre Sumut menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) bencana, seperti batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), serta alat penambat rel. Pihaknya juga menyiagakan tenaga Flying Gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra, dan Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra.
Petugas posko daerah rawan di sepanjang lintasan KA pun akan disiapkan untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa (PLH) yang menghambat perjalanan KA. Total sebanyak 208 petugas disiagakan, dengan rincian 66 Personel PPJ Ekstra, 109 personel PJL Ekstra, serta 33 personel posko daerah rawan.
Kendati dilakukan peningkatan kesiagaan, dia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), yang menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved