Pemprov Jabar Siap Tambah Kepemilikan Saham di Bank BJB

Bayu Anggoro
11/12/2018 13:55
Pemprov Jabar Siap Tambah Kepemilikan Saham di Bank BJB
(Ist)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berminat menambah kepemilikan saham di PT Bank BJB, salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) provinsi tersebut. Ini seiring rencana Pemerintah Provinsi Banten yang akan melepas saham karena telah mendirikan Bank Banten.

Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) saat membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank BJB, di Bandung, Selasa (11/12). 

Usai membuka acara tersebut, Emil mengatakan Pemerintah Provinsi Banten akan melepas kepemilikan 5% saham sehingga tidak memiliki keterikatan lagi dengan Bank BJB. Hal ini terjadi karena provinsi di paling barat Pulau Jawa ini telah membentuk Bank Banten. 

"Pemda Banten akan melepas saham," katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Emil, Pemerintah Provinsi Banten pun ingin Bank BJB tidak lagi menyantumkan nama Banten di dalam bank milik warga Jawa Barat itu. 

"Minta namanya enggak ada Banten. Kalau iya, usul saya tetap BJB saja, jadi Bank Jawa Barat," katanya.

Baca juga: Tiap Tahun, DAS Kritis di Babel Bertambah

Dengan mundurnya Pemerintah Provinsi Banten, Emil memastikan pihaknya siap membeli 5% saham yang selama ini dimiliki Banten. Ini akan menambah besar kepemilikan saham oleh Pemprov Jabar yang saat ini di angka 38,6%.

"Tapi kalau ada pemerintah kabupaten/kota yang berminat, silakan," katanya.

Menurut Emil, pembelian saham ini pun akan menjaga prosentase kepemilikan saham oleh pemerintah daerah tingkat dua.

"Karena BJB ini kan mayoritas pemegang sahamnya pemda," kata dia. 

Lebih lanjut, Emil ingin Bank BJB berkontribusi besar dalam mendorong pembangunan di daerah.

Menurutnya, kebutuhan pemerintah daerah sangat besar khususnya untuk pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, dia ingin Bank BJB bisa mengambil peran dengan membantu pembiayaan untuk pembangunan jembatan, jalan, dan lainnya.

Selain itu, Emil pun meminta agar Bank BJB membantu pertumbuhan pelaku usaha menengah ke bawah. Menurutnya bank milik negara itu harus berinovasi dalam membantu pembiayaan untuk pelaku UMKM yang jumlah sangat besar.

"(Sebanyak) 60% pergerakan ekonomi kita ada di UMKM," katanya. 

Sementara itu, Emil menyebut pada agenda RUPS Bank BJB ini pun akan dibahas pergantian direksi. Namun, Emil belum memastikan apakah hal itu akan dilakukan atau tidak. 

"Intinya ada pembahasan itu," katanya. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya