Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGACARA pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, menyarankan agar Presiden Joko Widodo memaafkan Bahar bin Smith, jika kasus itu dikembalikan kepada Presiden Jokowi.
"Kemarin waktu di (Istana) Bogor juga, saya singgung masalah Habib Bahar itu. Saya katakan sebagai calon presiden tentu Pak Jokowi, alangkah Pak Jokowi menunjukkan sikap rahasia dan kasih sayang, walaupun saya juga tidak setuju juga cara ngomong Habib Bahar itu. Tapi ya sudahlah. Sekarang polisi sudah bertindak dan polisi mempunyai wewenang untuk melakukan penyelidikan. Tapi itu nanti ujung-ujungnya ditanya juga kepada korban, nah kalau kembali ke Pak Jokowi ya saya bilang kan lebih baik diselesaikan di luar cara-cara hukum, ya dimaafkan saja ya, tapi tolong para habib lainnya menasihati kalau ngasih dakwah dengan cara yang baik," terang Yusril saat berada di Padang, Sumatra Barat, Senin (10/12).
Menurut Yusril, Jokowi mendengarkan dengan serius sarannya tersebut meski dirinya tidak mengetahui apakah akan dituruti atau tidak.
Pada Sabtu (8/12) lalu, Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melakukan gelar perkara pascapemeriksaan pada Kamis (6/12).
Adapun kasus yang menjerat Habib Bahar ialah karena diduga melanggar Pasal 4 huruf b angka 2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Sehingga, Bahar bin Smith terancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda Rp500 juta.
Yusril juga berpendapat, kasus Bahar belum bisa dicabut karena proses polisi belum selesai.
"Polisi masih melakukan penyelidikan-penyelidikan, tapi setelah itu apakah dituntut atau tidak dikembalikan ke Pak Jokowi, masih lama prosesnya," tukasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved