Bekraf Apresiasi Gelar Lomba Rancang Busana Batik Brebesan

Supardji Rasban
10/12/2018 09:29
Bekraf Apresiasi Gelar Lomba Rancang Busana Batik Brebesan
(MI/Supardji Rasban)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, menggelar lomba rancang busana batik gaya Brebesan, Minggu (9/12). Acara dimaksudkan menggenjot dan mengangkat produk kerajinan lokal serta mengembangkan kreativitas para desainer di bidang seni dan budaya serta modelling. 

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), mengapreasi gelaran tahunan tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Brebes, Komisaris Polisi (Kompol) H. Warsidin, usai acara yang digelar di rumah dinas (rumdin) bupati Brebes tersebut.
     
Warsidin menyebut potensi batik Brebesan sangat prosfektif sehingga perlu digali dari pihak perancangnya, untuk memberikan nuansa tersendiri. Setelah dilombakan ternyata muncul ratusan rancangan, mulai dari gaun pesta, formal, casual maupun santai.
     
"Ada lima puluh lebih perancang senior maupun muda berbakat yang turut andil dalam lomba rancang busana batik Brebesan ini," terang Warsidin.

Warsidin menuturkan lomba busana batik brebesan mendapat apresiasi dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) yang beberapa waktu lalu
telah membina pengrajin batik Salem.

"Tim Bekraf Jakarta bahkan telah mendesain batik Salem atau yang lebih kondang dengan Batik Brebesan menjadi busana maupun asesoris lainnya," ucap Warsidin yang juga suami Bupati Brebes.
     
Bupati Brebes, Idza Priyanti, pada sambutan pembukaan mengutarakan lomba peragaan busana digelar Dekranasda Brebes bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Tenaga Kerja Pemkab Brebes.
     
Idza berjanji Pemkab Brebes akan terus memberikan peluang kepada pengrajin batik maupun para perancang untuk lebih kreatif lagi dalam mengembangkan rancangannya.

"Jika kita melihat perkembangan batik Brebesan patut kita apresiasi di Jawa Tengah, produk batik kita tidak kalah dengan produk batik daerah lain dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," kata Idza.

 

Baca juga: Inilah Cara Media Group Beri Perhatian Terhadap Bencana Palu, Sigi dan Donggala
     

Ketua Panitia penyelenggara lomba rancang busana batik Salem Brebesan, Zaenudin Karmo Ali, menjelaskan selain meningkatkan dan mengembangkan juga memperkenalkan kepada masyrakat luas tentang hasil produk unggulan lokal Batik Tulis Salem dari Kabupaten Brebes yang biasa juga disebut dengan Batik Salem Brebesan.
     
"Selain Batik Salem kita juga sedang mengembangkan Batik mangrove untuk dijadikan produk unggulan dari Kabupaten Brebes," jelas Zaenudin yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Brebes.
     
Peserta lomba rancang busana dan peragaan yang mnerupakan acara tahunan tersebut, diikuti 173 peserta pelajar, instansi dan umum. Tiara Yulihani dan Tio Hadi Purnomo menggondol juara 1 dengan mengantongi nilai 246.
     
Tiara, utusan dari Kecamatan Salem berhasil menjadi juara 1 kategori busana wanita. Sedangkan untuk kategori busana pria diraih Tio utusan dari Kecamatan Bantarkawung dengan nilai 250. Tiara dan Tio berhasil menumbangkan 173 peserta pelajar, instansi dan umum. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya