Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPAH plastik masih menjadi permasalahan serius di Indonesia bahkan di dunia. Karenanya, Ketua PKK Sulawesi Selatan (Sulsel) Liestiaty F Nurdin mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik.
Berdasarkan data yang diperolehnya, jumlah sampah plastik diperkirakan mencapai 14 persen dari total sampah harian yang jumlahnya mencapai angka 24.500 ton. Sehingga dalam setahun setara dengan 8,96 juta ton "Pesan saya kurangi pemakaian plastik, saya ingin sekali masyarakat kita tidak lagi memakai botol plastik untuk minum," kata Liestiaty.
Hal ini, dia sampaikan saat berada di stan sosialisasi pemilahan sampah dirangkaikan Kampanye Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, di Jalan Jendral Sudirman, Minggu (9/12).
Baca juga: Tjahjo Kumolo Setop Kemasan Plastik
Untuk mendukung hal tersebut, dia mempraktikan dengan selalu membawa botol minum kemana pun ia pergi. Apalagi, sambung dia, sampah plastik ini perlu beratus tahun baru hancur, jika dibakar akan jadi racun. "Saya bawa tumbler, ini harus, karena sampah plastik kita sudah hampir 11 juta ton pertahun, ini untuk Indonesia saja," Sebutnya.
Sebelumnya Kepala Badan Lingkungan Hidup Sulsel Andi Hasbi Nur menegaskan jika Sulsel konsisten melakukan pengurangan penggunaan bahan plastik. Termasuk 24 kabupaten/kota di sulsel itu diwajibkan punya dokumen konseling, sebagai upaya pengurangan sampah plastik hingga 2025.
"Hanya saja tiap kabupaten/kota punya kebijakan dan cara sendiri mengurangi penggunaan plastik. Seperti salah satunya dengan membentuk bank sampah," pungkas Hasbi. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved