Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN ton sampah yang menjadi penyebab tanggul jebol serta banjir di Sawah Besar dan Karangkimpul, Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang berhasil dikeruk. Banjir di pantura Semarang-Demak mulai surut namun genangan setinggi 10-20 centimeter masih menghambat lalulintas.
Pemantauan Media Indonesia, Minggu (9/12), banjir yang merendam Sawah Besar dan Karangkimpul, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang mulai surut setelah ribuan ton sanpah yang menyumbat aliran Sungai Banjir Kansl Timur (BKT) tepatnya di bawah jembatan Kaligawe berhasil dikeruk.
Ribuan warga di dua kampung itu mulai membersihkan lumpur dan sampah di halaman dan rumah masing-masing. Sebelumnya tempat tinggal mereka terendam banjir hingga ketinggian air mencapai 50-70 centimeter akibat tanggul Sungai BKT jebol karena aliran tersumbat sampah yang menggunung tersebut.
"Ratusan truk dan alat berat dikerahkan untuk mengambil sampah dari sungai itu," kata Purwanto, relawan penanggulangan bencana.
Baca juga: Klaten Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Banjir
Sementara itu banjir di jalur pantura Semarang-Demak yang sebelumnya melumpuhkan ruas jalur itu mulai surut setelah dipasang enam pompa air berkapasitas besar. Ketinggian air yang merendam beberapa titik yakni Jalan Kaligawe Raya, Depan Polsek Genuk (Srmarang) dan Sriwulan (Demak) tinggal menyisakan genangan 10-20 centimeter.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan banjir yang merendam Kaligawe disebabkan aliran sungai BKT tertutup sampah. Akibatnya air kiriman dari daerah Kabupaten Semarang tidak tertampung hingga meluber melalui celah di tanggul sungai dan membanjiri perkampungan padat penduduk di Sawah Besar dan Karangkimpul.
Untuk memperlancar aliran sungai yang masih dalam pembangunan normalisasi, lanjut Ganjar, dikerahkan alat berat dan ratusan truk untuk mengangkut. Dengan demikian, ketika aliran air telah lancar banjir tidak lagi terjadi.
Selanjutnya dalam waktu bersamaan air dari perkampungan disedot dan dikembalikan ke sungai melalui pompa di Waru.
Untuk jalur pantura Semarang-Demak, ujar Ganjar Pranowo, pada awalnya penyedotan hanya menggunakan beberapa mesin pompa berkapasitas kecil yakni 100 liter per detik. Namun untuk mempercepat penyedotan dikerahkan enan mesin berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik sehingga air dapat cepat surut.
"Jalur pantura ini sangat vital sebagai jalur ekonomi, sehingga harus segera dikeringkan agar lalulintas kembali normal," kata Ganjar Pranowo. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved