Hilirisasi Industri Kunci Kebangkitan Ekonomi Bangsa

Eva Pardiana
06/12/2018 21:40
Hilirisasi Industri Kunci Kebangkitan Ekonomi Bangsa
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

LAMPUNG menjadi tuan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) 2018 dan Milad ke-28 Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) bertempat di Mahligai Agung, Universitas Bandar Lampung, Lampung, Kamis (6/12).

Silaknas bertema membangun sumber daya insani yang berkualitas dan bermartabat melalui peningkatan ekonomi yang adil makmur dan mandiri ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam sambutannya, Presiden menyebut ICMI adalah organisasi yang beranggotakan para intelektual yang tidak hanya memegang teguh nilai-nilai keislaman tapi juga mengasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, ia meminta ICMI terlibat dalam memecahkan masalah-masalah perekomian yang dihadapi Indonesia.

"Kalau masalah ringan saya bisa pecahkan sendiri. Yang berat ini harus kita pecahkan sama-sama," katanya

Masalah ekonomi besar di Indonesia yang telah lama terjadi dan kerap menghambat laju pertumbuhan adalah defisit transaksi berjalan.

"Kita mengekspor bauksit dengan harga 35 dolar per ton. Tapi tiap tahun mengimpor alumunia yang merupakan produk hilir bauksit. kalau sejak dulu kita bisa mampu memproduksi bauksit, kita bisa menikmati nilai tambahnya," katanya.

"Selain itu batu bara, kita produksi tiap tahun 480 juta ton. Puluhan ton dipakai PLN. Sekitar 400 juta ton kita ekspor. dengan hilirisasi industri batu bara kita bisa produksi elpiji, aftur, solar. Tapi kita impor elpiji 4 juta ton. Padahal kita punya bahan mentahnya," lanjut Presiden.

Menurut Jokowi, hilirisasi industri akan mampu meningkatkan GDP 4 kali lipat atau 400%. Ia memastikan hilirisasi industri di Indonesia akan selesai dalam beberapa tahun mendatang.

"Saya berharap ICMI juga bisa turut serta menyelesaikan masalah-masalah lain yang dihadapi negeri ini agar kita bisa melesat dan disejajarkan dengan negara-negara maju," harapnya.

Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan, ICMI hadir untuk menyebarluaskan Islam yang toleran dan damai serta menyumbangkan pemikiran demi kemajuan bangsa.

Jimly menyebut kekayaan sumber daya manusia yang disertai kualitas yang mumpuni menjadi kekuatan Indonesia yang akan membawa menjadi bangsa ke-4 dunia.

"SDM yang banyak dan berkualitad ini juga tidak cukup. Kita harud hidup rukun bersatu dan bersinetrgi positif jangan menebar kebencian, karena kita sudah sepakat hidup dalam masyarakat majemuk. Dalam Alquran sudah ditegaskan di tengah kemajemukan kita diperintahkan untuk berlomba dalam kebajikan bersama, fastabiqul khoirots. Dalam kompetisi keberhasilan diraih bukan dari kekalahan saingan," katanya.

Jimly juga menegaskan saat ini dunia telah memasuki era beyond competition di mana hubungan antarnegara berdasarkan kemitraan yang mengedepankan sinergi bukan persaingan menang-kalah. Begitu pula dalam berdemokrasi.

"Dalam konteks pilpres, saya mengajak untuk menghargai proses demokrasi. Siapa pun yang terpilih, akan menjadi presiden yang akan bekerja untuk rakyat Indonesia," katanya.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan bukan hanya kuantitas tapi juga kualitas muslim tidak lepas dari peran ICMI. Harapan kami silarnas melahirkan terobosan yang mengedepan kualitas pemikiran teruslah membangun jadilah kebanggan

Ridho melaporkan kepada Presiden, sektor pariwisata Lampung mengalami kemajuan signifikan. Terselenggaranya konvensi nasional di daerah memberi kontribusi besar terhadap peningkatan sektor ini sehingga Lampung tercatat sebagai provinsi dengan kunjungan wisatawan tertinggi ketiga nasional.

"Konvensi semacam ini sangat membantu percepatan pariwisata, semoga ke depan Lampung menjadi pusat pertemuan baru di Indonesia," ujarnya.

Ridho juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Presiden dalam mempercepat penyelesaian pembangunan di Lampung, yaitu dermaga eksekutif Pelabuhan Merak-Bakauheni dan tol Sumatera seksi pertama ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang akan diresmikan akhir tahun ini. Ia menyebut percepatan pembangunan ini menjadi indikator keberhasilan kabinet kerja yang dipimpin Joko Widodo.

"Ruas tol ini akan dinamakan nama almarhum Adeham, Ketua Tim Percepatan Jalan Tol Trans Sumatra. Terima kasih Bapak Presiden telah menyetuinya," ujar Ridho. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya