Produk Pertanian Pasuruan Siap Bersaing

MI/ABDUS SYUKUR
01/4/2015 00:00
Produk Pertanian Pasuruan Siap Bersaing
Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf menemani seorang warga yang tengah berkunjung ke area perkebunan di wilayahnya.(MI/ABDUS SYUKUR)
HAMPARAN dataran rendah dan pegunungan di sekitar wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, cukup subur. Terlebih, wilayah Pasuruan menjadi bagian dari gugusan pegunungan besar Bromo-Tengger dan Semeru, juga Gunung Arjuno, Welirang, dan Penanggungan.

Masyarakat Pasuruan yang mayoritas petani memanfaatkan lahan subur itu sebagai sumber pangan dan ekonomi, apalagi dengan kondisi geografis Kabupaten Pasuruan yang menjadi daerah cekungan air dan kaya sumber air.

Potensi hidrografi Pasuruan sangat besar. Banyaknya sumber air tersebut menjadikan lahan pertanian dan peternakan di Pasuruan subur. Sejumlah petani mengaku mereka bisa menanam padi, jagung, kedelai, dan tanaman pokok lainnya termasuk buah-buahan seperti mangga, apel, durian, serta tanaman bunga krisan dan sedap malam.

"Kabupaten Pasuruan memiliki kekayaan air yang melimpah dengan lahan pertanian yang subur. Semua itu anugerah yang harus dikelola untuk kemakmuran masyarakat," ujar Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf.

Saat ini kabupaten tersebut memiliki produk unggulan, antara lain, mangga, apel, durian, kentang, kubis atau kol, dan paprika hingga produk bunga krisan dan sedap malam.

"Kami akan terus berupaya mendorong masyarakat terutama para petani untuk terus meningkatkan produktivitas mereka. Ini sesuai dengan program Pemkab Pasuruan untuk mengoptimalisasi pertanian yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Irsyad yang akrab dipanggil Gus Bup itu.

Optimalisasi pertanian itu dikemas dalam sebuah program berkesinambungan dengan melibatkan semua sektor untuk bersinergi. Produksi pertanian akan dibarengi dengan pemasaran melalui promosi yang bagus ataupun pembangunan sentra-sentra UKM. Buah-buahan asal Pasuruan menjadi salah satu produk unggulan yang kini digiatkan pemkab.

Untuk membantu proses pemasaran buah produk unggulan Kabupaten Pasuruan, pemkab membangun pasar buah wisata yang berada di dalam kompleks Masjid Ceng Ho di Pandaan.

Selain Pasar Buah Wisata di Ceng Ho, sentral Bordir di Bangil akan diefektifkan untuk mempromosikan produk-produk unggulan baik hasil pertanian dan produk olahannya maupun usaha UKM lainnya.

Tempat-tempat lainnya yang menjadi lokasi promosi unggulan antara lain Pasar Agrowisata Purwadadi, halaman kantor dinas perikanan, dan Grati.

Pemkab Pasuruan juga menggandeng ormas Pemuda Ansor untuk ikut membina UKM-UKM. "Untuk Pasar Agrowisata di Purwodadi juga kami usulkan ke pemerintah pusat untuk menjadi salah satu rest area di jalan Tol Pandaan-Malang," kata Gus Bup.

Menurutnya, lokasi tersebut sudah lama diproyeksikan untuk Pasar Agrowisata, tapi lahannya sebagian terpangkas untuk jalan tol sehingga sekarang dijadikan rest area.

Upaya lainnya ialah Pemkab Pasuruan melakukan terobosan agrowisata dengan mempersilakan para wisatawan menikmati wisata petik apel. "Membeli apel dengan cara langsung memetik di kebun apel Nongkojajar dan festival durian khas Kabupaten Pasuruan yang telah dilaksanakan 7-8 Maret lalu."

Selain upaya pemasaran, Pemkab Pasuruan melakukan terobosan dengan inovasi teknologi untuk memperkuat produk unggulan. Inovasi yang kini tengah gencar dilakukan dinas pertanian setempat dengan menciptakan bibit unggul durian khas Pasuruan.

Contohnya durian kasmindengan yang memiliki ciri khas daging buahnya tebal, biji kecil, warna kuning, manis, dan empuk. Budi daya durian itu dilakukan dengan metode setek atau disambung dengan varian durian lainnya.

Pucuk durian varian unggul itu nantinya dibagikan kepada para petani durian untuk disambungkan ke tanaman durian masing-masing.

"Dari hasil persilangan itu akan didapatkan durian unggulan yang benar-benar khas Pasuruan. Kualitas durian akan bertambah bagus serta makin memberi nilai tambah yang besar bagi masyarakat," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Ihwan.

Upaya mendapatkan kualitas produk unggulan seperti durian sebelumnya juga dilakukan untuk mangga. Pemkab Pasuruan berhasil mendapatkan varietas mangga unggulan yang dikenal dengan klon 21. Saat ini varietas mangga klon 21 banyak ditanam petani. Pemasarannya pun mencakup kota-kota di Indonesia dan diekspor.

"Varietas klon 21 ini memang istimewa. Dagingnya manis, seratnya halus. Cara membukanya juga praktis. Kulit mangga dikerat pada bagian tengah kemudian ditarik seperti memotong avokad. Dagingnya akan terpisah dengan bijinya. Cara makannya tinggal dikerok dengan menggunakan sendok," urai Ihwan.

Inovasi di sektor produk unggulan pertanian tersebut juga akan dikembangkan untuk buah lain, di antaranya buah sirsak.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan terus membina para pedagang buah serta UKM pengolah hasil pertanian.

Pengemasan
Pembinaan untuk para petani juga ditingkatkan terutama terkait langsung dengan hasil-hasil pertanian. "Contohnya mangga, para petani dan pedagang kami bina untuk bisa mengemas produk dengan bagus. Karton yang digunakan dan pendukung di dalamnya penting untuk menjaga kualitas mangga. Kalau kualitas terjamin, harga mangga juga stabil," ujar Kabid Perdagangan Disperindag Daya Uji.

Untuk produk apel asli Nongkojajar, disperindag setempat masih merencanakan pembinaan terhadap pedagang. Menurut Daya Uji, pihaknya kecolongan soal pengemasan apel produk Nongkojajar tetapi label yang tertera di dalam kardus justru dari daerah lain.

"Kita memang terlambat sehingga apel Nongkojajar justru diakui daerah lain. Makanya saat ini kami akan mengupayakan mendekati para pedagang secara perlahan-lahan untuk dibina. Kami sudah siapkan pengemasan apel yang lebih bagus," jelasnya.

Selain pembinaan terhadap UKM, pengolahan hasil pertanian tetap dilakukan. Saat ini produksi apel Nongkojajar cukup berlimpah. Industri apel olahan pun tumbuh subur di sana mulai sari apel, teh apel, hingga keripik apel.

Para perajin apel olahan telah mendapat pelatihan mulai cara mengolah makanan hingga pengemasan. "Tujuannya agar produk-produk olahan pertanian ini dapat diterima pasar dan laris," harap Ichsanudin, Bagian Pembinaan UKM Disperindag Kabupaten Pasuruan. (N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya