Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CURAH hujan tinggi terjadi di Cilacap, Jawa Tengah, mengakibatkan banjir yang merendam tujuh desa yang tersebar di tiga kecamatan. Sebanyak 3.417 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air antara 50 cm hingga 1 meter. Namun, hanya 83 jiwa atau 21 kepala keluarga yang mengungsi. Sementara itu, sebagian warga masih bertahan di rumah mereka.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, mengatakan hujan deras yang terjadi sejak Selasa (4/12) malam mengakibatkan banjir di tiga kecamatan, yakni Sidareja, Kedungreja, dan Gandrungmangu.
“Dari tiga kecamatan tersebut, paling parah terjadi di Sidareja karena banjir merendam lima desa, sedangkan di Gandrungmangu dan Kedungreja masing-masing satu desa. Ketinggian banjir antara 50 cm hingga 1 meter. Banjir yang dalam berada di pekarangan dan jalan antara 70 cm hingga 1 meter. Sementara itu, di rumah kedalaman banjir 50 cm,” jelas Tri Komara, Rabu (512).
Dari ibu kota Jawa Tengah, hingga hari ketiga banjir masih menggenangi sebagian Kota Semarang yang berada di bawah.
Selain jalan protokol, perkampungan dan sekolah, banjir dengan ketinggian 20-50 cm mengakibatkan aktivitas warga terganggu karena jalanan macet dan banyak kendaraan mogok. Upaya pengeringan jalur pantura Semarang-Demak terus dilakukan, dengan menambah pompa air kapasitas 2.000 liter per detik
Dari Jawa Barat, Pemkab Tasikmalaya telah mengeluarkan surat keterangan Bupati terkait dengan siaga darurat bencana hingga Mei 2019. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Ria Supiana, mengatakan 85% tanah di Tasikmalaya dalam kondisi labil sehingga pada musim hujan rawan terjadi longsor. “Untuk itu Pemkab Tasikmalaya telah memberlakukan siaga darurat bencana,” ujar Ria.
Banjir dan angin kencang juga melanda sejumlah wilayah di Bangka Barat, Bali, Boyolali, dan Bojonegoro.
Normalisasi sungai
Pada bagian lain, sejumlah sungai dinormalisasi pada 2019. Seperti daerah aliran Sungai Citarum direncanakan dinormalisasi pada 2019 dengan bantuan dana APBN senilai Rp600 miliar. Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi DAS Citarum di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung. Ia didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Dadang Naser.
Luhut mengatakan, pemerintah pusat menjadikan penanganan Citarum sebagai salah satu prioritas. Penyaluran dana yang besar ini sebagai bukti keseriusan untuk normalisasi sungai yang konon terkotor di dunia ini.
Selain itu, ribuan bangunan yang berada di sekitar sempadan Sungai Citarum dibongkar Satuan Tugas Citarum. Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Kementerian PU-Pera, Bon Arthur Lombogia, daerah sempadan sungai harus steril dari permukiman atau bangunan.
Rencana normalisasi sungai juga dilakukan Pemkab Pesisir Selatan. Terutama normalisasi Sungai Batang Lengayang yang akan dinormalisasi pada tahun depan. Dari Cirebon, sejumlah sungai yang melintas di kota itu mulai dikeruk menjelang puncak musim hujan. (YH/YK/RS/WJ/RF/UL/BY/AS/AD/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved