Harga Pangan Jelang Natal masih Stabil

(OL/DG/MR/AD/JS/AB/LD/BB/RF/PO/N-2)
06/12/2018 00:15
Harga Pangan Jelang Natal masih Stabil
(ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

SEJUMLAH harga bahan pokok pangan di Bali mulai naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kementerian Perdagangan, Lasminingsih, saat meninjau sejumlah pasar tradisional di Kota Denpasar, Rabu (512).

Beberapa pasar tradisional yang dipantau ialah Pasar Kreneng, Pasar Badung, dan sejumlah pasar modern lainnya.

Menurut Lasminingsih, di Bali sedikit berbeda dengan daerah lain. Pasalnya, di Bali selain menyambut Natal dan Tahun Baru, juga ada Hari Raya Galungan dan Kuningan di bulan sama. Ditambah pada akhir tahun banyak wisatawan dari luar negeri serta pelaksanaan pesta  pernikahan berada di Bali.

Ketut Ariani, pedagang da­ging ayam di pasar Kreneng mengaku harga ayam naik antara Rp39 ribu hingga Rp40 ribu. Hal itu salah satunya disebabkan karena pasokan yang tidak lancar.

“Inilah yang membuat harga daging ayam di Bali naik. Bahkan, cabe rawit pun naik. Sementara di daerah lain, cenderung stabil,” ujar Lasminingsih saat memantau harga ayam di Pasar Kreneng, Rabu (512).

Harga daging ayam yang biasanya Rp34 ribu/kg kini berkisar Rp39 ribu-Rp40 ribu per kg, sedangkan cabai rawit rata-rata naik Rp1.000 per kg.

“Dari pantauan hari ini secara umum harga-harga relatif stabil. Kecuali produk musiman seperti cabai yang agak naik. Sementara itu, daging ayam juga ikut naik karena memang situasi khusus di Bali,” ujarnya.

 Saat ini pemerintah memberikan atensi kepada 8 provinsi yang penduduknya akan me-rayakan Natal, yakni Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, ada 7 provinsi sebagai penyumbang inflasi juga menjadi atensi. (OL/DG/MR/AD/JS/AB/LD/BB/RF/PO/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya