Atasi Abrasi, Mangrove jadi Penyangga Ekonomi

Cikwan Suwandi
05/12/2018 17:15
Atasi Abrasi, Mangrove jadi Penyangga Ekonomi
(MI/CIKWAN)

DESTINASI ekowisata mangrove tengah digiatkan untuk mengatasi abrasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Seperti yang dilakukan di Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon.

Sebanyak 938 kepala keluarga di dusun itu terancam pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak atau disebut dengan abrasi yang menjadi permasalahan klasik di area pesisir Karawang.

Kelompok nelayan di dusun tersebut kemudian memanfaatkan 20 hektare (ha) lahan dengan melakukan penanaman 90.000 mangrove, untuk menyelesaikan abrasi. Selama kurang lebih 4 tahun mereka berjuang untuk menumbuhkan mangrove.

Alhasil, ribuan mangrove yang tumbuh pun menjadi daya tarik untuk destinasi wisata ekowisata. Hal ini diharapkan akan menggerakkan ekonomi warga setempat yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan rajungan.

"Kami sangat senang, kami yakin desa kami akan maju. Untuk mencapainya, kami tidak berjalan sendiri, terdapat keterlibatan perusahaan migas PHE ONWJ dan Dinas Kelautan dan Perikanan sehingga kami optimis dusun kami bisa maju dan memperkaya tujuan wisata Karawang," ujar warga sekitar, Sahari, Rabu (5/12).

 

Baca juga: Asian Agri dan Petani Siak Panen Perdana Kebun Peremajaan Sawit Rakyat

 

Diperkirakan selama setahun terakhir ini sudah terdapat sekitar 2.160 pengunjung di lokasi ini. Dalam fasilitasnya, penunjang edukasi menjadi bagian penting dalam program ini, telah dibangun jalan trekking lebih dari 200 meter, sarana air bersih dan saung pertemuan.

"Kami selalu berupaya program yang dijalankan bisa menyumbangkan solusi terhadap permasalahan lingkungan dan sosial untuk warga di sekitar wilayah operasi kami. Kami sangat bangga warga dusun Pasir Putih ini telah menunjukkan tekad yang kuat untuk maju," kata VP Relations PHE, Ifki Sukarya.

Untuk meningkatkan kapasitas kelompok mengelola ekowisata di area pesisir, kelompok ini belajar dari binaan PHE ONWJ yakni Kelompok Tani Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang telah berhasil membangun ekowisata di atas lahan seluas 2,5 ha yang dikenal dengan nama Kapal Kehati GreenThink.

"Walaupun berbeda kabupaten, lokasi kami tidak jauh, hanya sekitar 18 km jalur darat. Kami berharap ilmu yang kami dapatkan selama mengelola ekowisata di Kapal Kehati GreenThink ini bisa kami tularkan untuk saudara-saudara kami, sehingga kami bisa saling belajar dan maju bersama," kata Ketua Kelompok Tani GreenThink, Aruji Kartawinata. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya