Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CURAH hujan tinggi yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Banjir merendam tujuh desa yang tersebar di tiga kecamatan yakni Sidareja, Kedungreja dan Gandrungmangu.
Alhasil, sebanyak 3.417 rumah terdampak banjir dengan ketinggian antara 50 cm hingga 1 meter. Hingga kini, ada setidaknya 21 keluarga atau 83 jiwa yang mengungsi. Diketahui, hujan deras terjadi sejak Selasa (4/12) malam.
"Dari tiga kecamatan tersebut, paling parah terjadi di Sidareja, karena banjir merendam lima desa, sedangkan di Gandungmangu dan Kedungreja masing-masing satu desa. Ketinggian banjir antara 50 cm hingga 1 meter. Banjir yang dalam berada di pekarangan dan jalan antara 70 cm hingga 1 meter. Sementara di rumah kedalaman banjir 50 cm," ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy, Rabu (5/12).
Baca juga: Berduaan di Indekos, Tiga Pasangan Belum Menikah Digiring Satpol PP Cimahi
Dijelaskan oleh Tri Komara, banjir berdampak pada ribuan rumah. Di Sidareja ada 2.400-an rumah yang terendam banjir, sedangkan di Kedungreja ada lebih dari 800 rumah dan di Gandrungmangu 150 ruma. Menurutnya, kondisi banjir yang menggenangi rumah membuat sebagian warga
harus mengungsi.
"Hingga kini tercatat ada 83 jiwa dari 21 keluarga yang mengungsi. Mereka mengungsi ke dua tempat yakni Aula Koramil Sidareja dan Aula Sekcam. BPBD telah menyiapkan perahu karet dan logistik untuk warga yang menjadi korban banjir," tandasnya.
Sementara tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Matenggeng, Kecamatan Dayeuhluhur. Longsor mengancam musala di desa setempat dengan panjang longsor 6 meter serta ketinggian 8 meter. Longsor lainnya terjadi di Desa Majingklak, Kecamatan Wanareja yang menutup jalan desa setempat akibat tebing jalan sepanjang 7 meter dan tinggi 5 meter longsor.
Dari Banyumas dilaporkan, bencana longsor dan tanah bergerak terjadi di Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng. Akibatnya, 16 rumah yang dihuni 69 jiwa mengalami kerusakan.
"Ada tiga keluarga atau 15 jiwa yang mengungsi karena rumah mengalami kerusakan akibat tanah bergerak," ujar Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo.
Selain tanah bergerak, longsor menimpa jalan penghubung antara Desa Kalisalak dengan Desa Baseh. Tim BPBD bersama dengan para relawan melakukan pembersihan longsor. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved