Pelatihan Juru Bicara Pancasila Digelar di Makassar

Micom
03/12/2018 20:20
Pelatihan Juru Bicara Pancasila Digelar di Makassar
(Ist)

KEBERAGAMAN agama, suku, ras, dan bahasa di Tanah Air merupakan kekayaan luhur sekaligus potensi besar bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju dan kuat. Hal ini ditegaskan oleh Milastri, fasilitator pelatihan Juru Bicara Pancasila, saat pembukaan pelatihan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/11).

“Bagaimana pun, negara Indonesia ini dibangun di atas keberagaman masyarakat di dalamnya. Dari dulu, keberagaman tersebut justru menjadi penguat fondasi bernegara," tegas Milasri.

Namun sekarang, keberagaman ini justru dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Oleh karenanya, kini muncul banyak pemikiran intoleran yang merasa keyakinannya lebih baik dari keyakinan yang lain. Kelompoknya lebih baik dari kelompok lain.

Pandangan semacam ini menjadi salah satu faktor yang membuat kecintaan terhadap Pancasila kian menurun.

“Dalam survei LSI Denny JA, bisa kita temukan dukungan terhadap Pancasila semakin menurun tiap tahunnya. Pada 2015, dukungan masyarakat kepada Pancasila mencapai 85,2% dan pada 2018 menjadi 75,3% atau menurun sampai 10%. Di sisi lain, ada pemikiran lain yang menguat, yakni dukungan pada NKRI bersyariah yang terus bertambah, kini mencapai 13,2% pada 2018 dari awalnya 4,6% pada 2005 atau bertambah sebanyak 9%,” tambah Milastri melalui keterangan tertulis, Senin (3/12).

Berangkat dari hal itu, Komunitas Bela Indonesia (KBI) mengawal peneguhan ideologi Pancasila dengan menyelenggarakan Pelatihan 1.000 Juru Bicara Pancasila di 25 kota di Indonesia, salah satunya di Kota Makassar.

Pelatihan Jubir Pancasila yang dilaksanakan di Hotel Jolim, Kota Makassar, dari 30 November hingga 3 Desember itu dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang, seperti aktivis mahasiswa, mubalig/pendeta, aktivis komunitas, pegiat literasi, jurnalis, dan dosen.

Selain dari Sulawesi Selatan, pelatihan ini juga dihadiri oleh peserta dari Kalimanta Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

Selama pelatihan, peserta diberi berbagai materi yang telah disusun dengan matang, seperti materi argumentasi agama untuk toleransi dan antiterorisme, materi penulisan, teknik berdebat, dan materi sosial media manajemen.

Sebelumnya, KBI juga telah menyusun buku sebagai rujukan utama dalam pelatihan yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan tim.

“Dengan mengikuti pelatihan Juru Bicara Pancasila ini, diharapkan akan tumbuh jubir-jubir Pancasila yang mumpuni dan mampu me-marketing-kan kembali Pancasila sehingga dukungan masyarakat kepada Pancasila akan kembali menguat, sekecil apa pun," pungkas Milastri. (RO/OL-1)

 

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya