Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMBAKAN yang mengakibatkan meninggalnya 31 pekerja di proyek Trans-Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Minggu (2/12), tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk melanjutkan pembangunan di Bumi Cenderawasih.
“Pembangunan di Papua tetap akan berlanjut. Kita tidak takut oleh hal-hal seperti itu,” kata Presiden Joko Widodo seusai menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Hotel Bidakara, Jakarta, kemarin.
Untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, Presiden menekankan pentingnya pengawalan dari aparat TNI dan Polri pada proyek infrastruktur di Papua.
“Saya dulu pernah ke sana. Ini kabupaten yang memang warnanya merah. Saya sudah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri menyelidiki peristiwa tersebut. Informasi yang saat ini beredar masih simpang siur karena tidak adanya akses komunikasi di wilayah tersebut,” ujar Kepala Negara.
Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya, mengapresiasi kesungguhan pemerintah untuk terus melanjutkan pembangunan di Papua. Menurut Lenis, proyek jalan dan jembatan di Papua untuk kemajuan warga masyarakat di sana .
“Jika jalan Trans-Papua tembus hingga ke Wamena, pembangunan daerah menjadi lebih cepat sebagaimana visi pemerintah. Apa yang dilakukan Pak Jokowi membangun Papua merupakan pendekatan ke sejahteraan, bukan lagi pendekatan keamanan semata,” ungkap Lenis.
Lenis melanjutkan, jika dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya, hanya Jokowi yang mau turun langsung ke daerah-daerah terpencil di Papua. Tidak terkecuali Kabupaten Nduga yang memang dikenal sebagai zona merah. “Jokowi turun ke daerah yang dikuasai OPM naik motor dari Wamena tanpa kejadian apa pun. Presiden lain tidak melakukan hal itu,” lanjut Lenis.
Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengakui penembakan terhadap 31 pekerja proyek Trans-Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Mereka mulanya menembak 24 pekerja. Delapan orang menyelamatkan diri ke rumah tokoh masyarakat. Tujuh di antaranya dijemput kelompok bersenjata lalu dibunuh. Seorang lagi belum ditemukan,” kata Kamal.
Direktur Utama PT Istaka Karya, Sigit Winarto, mengatakan ada 28 pekerja di proyek Jembatan Kali Yigi dan Aurak yang meninggal.
“Kami punya telepon satelit di sana, tetapi dua hari sebelum kejadian koneksinya terputus,” ujar Sigit.
Membangun akses
Dalam menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan selama ini tidak ada penolakan dari warga setempat terkait dengan pembangunan jalan dan jembatan di Segmen 5 Trans-Papua.
“Warga sangat menantikan selesainya infrastruktur di sini. Proyek jalan dan jembatan segmen 5 merupakan akses dari Pelabuhan Mumugu ke Wamena. Kami tinggal membangun jembatan untuk menyambung. Sekarang untuk menyeberang, warga masih harus lewat sungai. Ini semua untuk keadilan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan di segmen 5 sudah mencapai 72%,” ungkap Basuki.
Untuk sementara, imbuh Basuki, pihaknya menyetop pengerjaan jembatan di segmen 5 dari Wamena ke Mumugu.
“Sampai situasi kembali kondusif. Kami bekerja sama dengan TNI saat membuka hutan untuk menjadi jalan. Sekarang jalan sudah terbuka. Badan jalan sudah terbentuk, tinggal pengerasan, pengaspalan, dan pembangunan jembatan,” ujarnya.
Dalam setiap pengerjaan ruas jalan, lanjut Basuki, terdapat satuan kerja yang mengontrol dan mengawasi proses pengerjaan. “Posisinya agak jauh, sementara posisi kejadian di tengah dan pagi hari. Jadi, belum banyak orang di lapangan.”
Untuk kelanjutan proyek-proyek infrastruktur di Papua, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta aparat keamanan menindak tegas anggota KKB agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
“Kami mengalokasikan dana sekitar 30% dari anggaran Kemenhub untuk membangun bandara di Papua, termasuk untuk melengkapi sistem navigasinya,” tandas Budi Karya. (Hym/Pra/Cah/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved