Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENCEGAH lebih baik daripada mengobati. Moto tersebut dipakai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Jawa Tengah, untuk mencegah secara dini penyebaran virus HIV/AIDS di wilayahnya. Salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyakit yang menyerang kekebalan tubuh dan mematikan ini diperlukan usaha yang sungguh-sungguh, apalagi secara umum jumlah penderita penyakit ini terus meningkat di Tanah Air.
Untuk itu, Pemkab Boyolali secara khusus menunjuk tiga rumah sakit, 17 puskesmas, dan klinik milik TNI di wilayahnya sebagai tempat pilihan bagi para ibu hamil dan warga yang ingin mencegah secara dini penyebaran virus HIV/AIDS melalui pemeriksaan VCT (voluntary counselling and testing).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri Survivalina mengatakan hal itu pada acara peringatan Hari AIDS Sedunia 2018 di pendopo kabupaten, Selasa (4/12). Saat ini ditemukan sebanyak 48 kasus HIV/AIDS baru di Kota Susu .
Dalam menanggulangi penyakit yang satu ini, Dinas Kesehatan Boyolali dibantu Komisi Perlindungan Aids (KPA) terus menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS di tengah masyarakat. “HIV/AIDS sangat membutuhkan perhatian karena dari tahun ke tahun jumlah penderitanya semakin bertambah,” tandas Ratri.
Dipaparkan pada 2018 ini Pemkab Boyolali menargetkan pemeriksaan VCT pada 8.244 orang, tetapi yang dapat terealisasi baru 7.426 orang atau sebesar 90,32% . Lebih dari itu, pemkab melalui dinas kesehatan setempat juga melakukan program tiga strategi zero, yakni zero tidak ada infeksi baru untuk HIV/AIDS.
Zero kedua, yakni tidak ada kematian akibat komplikasi yang disebabkan HIV/AIDS, yang terakhir, yakni tidak ada diskriminasi bagi penderita. “Kami terus melakukan tindakan untuk meningkatkan kualitas hidup dari penderita,” jelasnya.
Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M Said Hidayat, dalam perayaan HAS’2018 mengajak masyarakat agar melakukan cek kesehatan untuk mengetahui penyakit di dalam tubuh. “ Ini untuk mengantisipasi dan menekan jumlah penderita HIV/AIDS,” tukas dia. Untuk itu, dibutuhkan semangat menjalankan kesehatan dengan keberanian, melakukan cek secara langsung.
Setidaknya pemeriksaan gratis itu disediakan di tiga rumah sakit, 17 puskesmas dan klinik milik TNI di wilayah Boyolali. Pemkab Boyolali mengambil tema peringatan HAS’2018 Saya berani, saya sehat, penyebaran HIV/AIDS dapat dikendalikan. Semua pemeriksaan digratiskan pemerintah.
Pelayanan untuk penderita HIV/AIDS di Kabupaten Boyolali kini sudah bisa diakses di tiga RSUD Pandan Arang dan 17 puskesmas, serta di klinik TNI. (WJ/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved