Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANDIKA Putra Pamungkas, 20, dengan tekun mengikuti instruksi para barista profesional yang melatihnya menyeduh kopi di salah satu ruangan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (22/11).
Beberapa kali pemuda penyandang disabilitas intelektual ini harus mengingat ulang apa yang sudah diajarkan sebelumnya tentang menyeduh kopi dengan metode penyaringan.
Para barista dengan sabar membantu agar Andika terus mengingat dari peralatan hingga metode menyeduh yang sudah diajarkan.
Pelatihan barista kopi bagi para penyandang disabilitas di BBRSPDI Kartini Temanggung ini sudah berjalan sejak pertengahan November. Dalam sepekan mereka belajar tiga kali menyeduh kopi. Pengajarnya dari tim Java Coffee Temanggung. Andika menceritakan, mulanya sempat bingung lantaran ia datang dari kelas keterampilan menjahit pakaian, malah ditawari ikut pelatihan barista kopi.
Namun, karena ingin mencobanya, ia bersama 12 penyandang disabilitas intelektual lainnya dari berbagai jurusan di sekolah itu pun menerimanya.
“Sudah latihan menyeduh dan mengenali jenis kopi robusta dan arabika peaberry tadi. Pertama kali susah karena belum tahu cara memakai peralatannya. Setelah 3-4 kali baru lancar,” tutur Andika.
Setelah mengikuti pelatihan, Andika jadi paham kemampuannya. Dahulu dia sempat bingung kenapa ia dimasukkan ke sekolah khusus untuk penyandang disabilitas intelektual, bukan di sekolah umum.
Andika yang menginginkan jurusan tata boga pada akhirnya dimasukkan ke tata busana. Kebingungannya selama dua tahun di BBRSPDI ini akhirnya terjawab dengan keinginannya menjadi barista dan ingin membuka kafe di tengah kota. “Sekarang saya punya bayangan bercita-cita ingin buka kafe,” kata Andika.
Yulika, 21, penyandang disabilitas asal Semarang memiliki keinginan yang sama. Setelah mahir menyeduh kopi, Yulika yang juga mengalami gangguan pendengaran dan agak gagap dalam berbicara ini berniat akan membuka kafe di Semarang. “Ingin buka kafe kalau sudah bisa jadi barista,”ujar Yulika dengan suara gagap.
Kepala BBRSPDI Kartini Temanggung Murhardjani mengatakan ide pelatihan barista kopi ini berasal dari obrolan ringannya bersama Java Coffee Temanggung. Pelatihan barista kopi untuk penyandang disabilitas intelektual ini baru pertama kali di Indonesia.
“Kami ingin membuktikan bahwa mereka yang punya kemampuan intelektual di bawah rata-rata juga mampu menjadi barista asal dilatih dengan sungguh-sungguh dan telaten,” kata Murhardjani. Rio Ricardo Sitanggang, 40, dari Java Coffee Temanggung menambahkan, tim pelatih barista yang disediakan sebanyak empat orang untuk melatih enam sampai tujuh peserta. (Tosiani/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved