Pemprov Jatim Berikan Remunerasi ASN Mulai 2019

Faishol Taselan
04/12/2018 16:35
Pemprov Jatim Berikan Remunerasi ASN Mulai 2019
(ANTARA/Rudi Mulya)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan memberikan remunerasi untuk  Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim, mulai Tahun 2019.

"Tidak ada satu staf pun yang tidak mendapatkan remunerasi. Untuk itu kualitas SDM ASN Pemprov Jatim harus lebih baik," kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Selasa (4/12).

Tahun 2019 menjadi tahun peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas ini penting untuk menghadapi perkembangan zaman dan teknologi yang pesat.

Menurutnya, peningkatan kualitas SDM pada ASN dilakukan dengan memberikan remunerasi mulai tahun 2019. Remunerasi merupakan bentuk berbanding lurus antara tambahan kesejahteraan dengan peningkatan kinerja, serta apresiasi kepada ASN pemprov yang telah membuahkan prestasi bagi Jatim.

Dijelaskan, terdapat ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM bagi ASN. Yakni soal kompetensi, integritas, dan leadership kolaboratif.
      
"Seorang leader harus dicek kompetensinya. Untuk meningkatkan kompetensi harus diberikan pelatihan dan hasilnya juga bagus," ujarnya.

 

Baca juga: Jumlah Penduduk Kemiskinan Lamongan Turun 0,47%

      
Soekarwo menegaskan, etika dan integritas dalam birokrasi, terutama dalam memberikan pelayanan publik wajib diutamakan. Sementara untuk persoalan leadership kolaboratif, Soekarwo berharap agar bisa menggunakan manajemen kolaboratif. 

"Artinya jika ada permasalahan atau ketidakcocokan bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat," jelasnya.

Sementara untuk mendukung peningkatan SDM di 2019 mendatang, secara khusus, Soekarwo meminta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim memberikan tambahan muatan lokal sebagai materi diklat. Seperti perkembangan cyber technology.

Selain itu, Pemprov Jatim juga akan melakukan beberapa upaya peningkatan kualitas SDM, seperti menerapkan dual track strategy yang meliputi sektor formal dan strategi nonformal.
      
"Tidak saja untuk penempatan SDM di dunia kerja, tetapi juga dalam rangka menciptakan wirausaha-wirausaha yang punya daya saing," katanya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya