Penderita HIV dan AIDS di Kepri Mencapai Puluhan Orang

Hendri Kremer
04/12/2018 10:50
Penderita HIV dan AIDS di Kepri Mencapai Puluhan Orang
(Ilustrasi)

SEKITAR 63 orang di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, positif mengidap AIDS. Hal ini terungkap setelah Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, mendata dan mendapati sekitar 117 orang positif mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Kepala Dinkesdalduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan kasus HIV di Kota Tanjungpinang selama 2018 masih cukup tinggi. Total kasus HIV sejak 2009 sebanyak 1.071 kasus dan 534 di antaranya ditemukan pada stadium AIDS.  

Sebanyak 352 orang telah meninggal sejak 2009, sedangkan pada 2018 ini ada 26 orang meninggal karena HIV/AIDS.

"Banyaknya kasus HIV yang ditemukan pada stadium AIDS membuat upaya untuk menekan angka kematian pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi tidak mudah. Padahal, kami sudah bertekad semaksimal mungkin untuk mencegah kasus baru HIV dan kematian di kalangan ODHA ini," katanya, Selasa, (4/12).

Dijelaskan Rustam, di antara upaya yang dilakukan adalah dengan menggiatkan kampanye 'Aku Bangga Aku Tahu' di kalangan para pelajar. Dengan tahu cara penularan HIV diharapkan para pelajar dapat melakukan pencegahan untuk diri mereka sendiri dan di kalangan teman-temannya.

"Kalangan usia muda memang cukup beresiko tertular HIV. Dari catatan kita setidaknya ada 10 dari 117 pengidap HIV 2018 adalah dari kelompok usia 15-24 tahun. Sebanyak 102 dari kelompok usia 25-49 tahun dan 3 orang dari kelompok usia lebih 50 tahun," ujarnya.

 

Baca juga: Skrining HIV pada Ibu Hamil masih Rendah

 

Untuk mencegah penularan dari Ibu ke anak tersebut, lanjut Rustam, pihaknya terus menggiatkan skrining pada ibu hamil. Pada 2018 berhasil diskrining 3.230 ibu hamil dan ditemukan positif HIV sebanyak 9 orang. Bagi yang positif langsung diberikan anti retroviral virus sehingga diharapkan anak yang dilahirkan nantinya bisa bebas dari HIV.

Kebersihan Alat Kelamin
Pihak Dinkesdalduk dan KB Kota Tanjungpinang telah melakukan upaya sosialisasi terhadap kebersihan alat kelamin. Sebuah penelitian yang dipresentasikan di International AIDS Conference  mengungkap, bakteri pada kulup penis bisa meningkatkan risiko infeksi HIV.

"Nah dengan memberikan gambaran pentingnya apa kegunaan sunat bagi pria. Diharapkan dapat mengurangi risiko terkena HIV/AIDS, selain rangkaian hidup sehat dan harmonis dengan keluarga yang mereka cintai," tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta masyarakat Kepri untuk dapat menjadikan Kepualuan Riau daeraah bebas HIV/AIDS dengan menerapkan prilaku hidup sehat, dan selalu menjadikan kerukunan rumah tangga adalah kunci bagi tetap menjalin hubungan yang sehat dan bahagia. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya