Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INSIDEN berdarah terjadi Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, pada Minggu (2/12). Dikabarkan sebanyak 24 pekerja PT Istaka Karya meregang nyawa dibantai oleh kelompok kriminal yang menamakan Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB).
Informasi yang dihimpun Media Indonesia menyebutkan jumlah korban aksi keji itu bertambah menjadi 7 orang, selang sehari setelah insiden pertama. Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih belum menyebut secara detail mengenai jumlah korban, namun mereka memastikan tetap bersiaga sembari melakukan penyelidikan.
"Kami belum bisa memastikan validitas informasi yang diberikan oleh masyarakat, mengingat daerah tersebut berada di wilayah pedalaman dan belum tercover sinyal ponsel," ujar Wakil Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, Senin (3/12).
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, mengemukakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait informasi penembakan terhadap puluhan pekerja PT Istaka Karya yang kebetulan sedang membangun jembatan di atas Kali Yigi dan Kali Aurax, Distrik Yigi.
Menurut dia, Korps Bhayangkara menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 15.30 WIT, Senin (3/12). Laporan itu menyebut bahwa telah terjadi pembunuhan pada Minggu (2/12). Bahkan, sambung dia, sehari sebelumnya, Cahyo selaku Project Manager PT Istaka Karya yang bertugas mengawal pembangunan jembatan Habema-Mugi sempat mendapat telepon dari nomor milik Jhoni, anak buahnya yang menjabat Koordinator Lapangan PT Istaka Karya untuk proyek di wilayah tersebut.
Namun, Cahyo mengaku tidak tahu mengenai maksud orang yang berbicara melalui ponsel Jhoni. Komunikasi terakhir dengan Jhoni, menurut PPK Satker PJN IV PU Binamarga wilayah Habema-Kenyam, Monang Tobing, terjadi pada 30 November 2018 via pesan singkat.
Selain itu, sambung Ahmad Mustofa, informasi dari pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena juga menyebutkan bahwa pada 30 November sekitar 04.00 WIT sebuah mobil bermuatan BBM milik PT Istaka Karya bergerak menuju Distrik Yigi. Kendaraan itu membawa 5 pekerja dan kembali ke Wamena sekitar pukul 18.30 WIT.
"Selanjutnya pada tanggal 1 Desember 2018 pukul 02.00 WIT tercatat 2 mobil menuju ke Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya. Pada tanggal 2 Desember 2018, pukul 20.00 WIT 1 mobil Strada kembali ke Wamena, dan pada Senin (3/12) 1 mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga."
Dari informasi itu dikatakan bahwa 1 mobil strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena. Saat ini personil gabungan Polri dan TNI bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Namun saat tiba di KM 46 tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan diblokir oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.
"Tindakan kepolisian yang dilakukan yakni menerima laporan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, melakukan pengecekan tentang informasi tersebut," ujarnya.
Berkaitan dengan pembangunan jembatan di Distrik Yogi, Kabupaten Nduga, imbuh Dax, pihaknya akan meluncur ke lokasi perkara sekaligus memantau situasi.
"Rencana besok pangdam akan langsung menuju Wamena untuk memantau situasi," pungkas Dax. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved