Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau kesulitan dalam mengidentifikasi sejumlah jenazah yang ditemukan mengapung di perairan Selat Malaka, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Terakhir pada Minggu (2/12) malam, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau kembali menerima satu jenazah hingga total delapan jenazah yang hingga kini ditemukan mengapung di perairan yang berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia.
"Kondisi jenazah sudah tidak utuh dan membusuk sehingga tim cukup kesulitan mengindentifikasinya," ungkap Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto di Pekanbaru, Senin (3/12).
Dijelaskannya, dugaan tim, jenazah yang sudah sepekan lamanya membusuk di dalam air. Akibatnya, pengambilan sampel sidik jari sudah sangat sulit untuk dilakukan. Opsi terakhir yang akan dilakukan tim identifikasi yang berjumlah 20 orang adalah melalui pemeriksaan susunan gigi dan sampel DNA korban.
"Opsi terakhir pemeriksaan susunan gigi dan DNA. Kita juga memeriksa apakah dijumpai data fisik berupa tato atau luka bekas operasi, dan lainnya," ujar Supriyanto.
Berdasarkan prosedur, lanjutnya, tim DVI seharusnya bisa mengumpulkan data antemortem maupun postmortem. Untuk antemortem, data yang diambil dari fisik korban sebelum meninggal. Sedangkan postmortem diambil dari data fisik korban setelah meninggal.
Hasil kerja tim DVI sementara ini berhasil mengindentifikasi sebanyak tiga jenazah. Adapun sisa lima jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pengumpulan data.
Identitas ketiga jenazah yang telah dikembalikan ke pihak keluarganya itu yakni Ujang Chaniago, 48, berasal dari Lubuk Nyiur, Dusun V Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.
Kemudian Mimi Dewi, 32, warga Jalan Lansano, Kelurahan Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Terakhir Maya Karina, 37, warga Mentikan, RT 020/RW 02, Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait penemuan delapan jenazah selama beberapa hari terakhir di perairan Selat Malaka, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Dugaan sementara warga, penemuan delapan jenazah di perairan Selat Malaka itu merupakan korban perahu cepat yang kerap membawa penumpang tenaga kerja ilegal dari Malaysia menuju Riau, Indonesia. Perahu cepat berangkat sekitar pukul 12.00 WIB malam dari Malaysia dan selama kurang lebih tiga jam perjalanan masuk ke pelabuhan tikus yang banyak dijumpai di sekitar pantai timur Sumatra khususnya di wilayah Riau.
"Biasanya (perahu) mengangkut 20 penumpang dan berangkat sekitar jam 12 malam untuk menghindari petugas hukum," jelas Eri, warga yang pernah menggunakan jasa perahu cepat tersebut. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved