Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOALISI Masyarakat Sipil Sumatra Selatan mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) untuk menolak pengajuan izin pembuatan jalan angkut batu bara di kawasan hutan produksi sebab dipastikan merusak ekosistem yang ada. Apalagi, sebelumnya sudah ada jalan alternatifnya.
"Kami meminta kepada Menteri LHK Ibu Siti Nurbaya menolak rencana pembangunan jalan angkutan batu bara itu. Yakinlah lebih banyak dampak negatifnya. Sebelum telanjur rusak, Ibu Menteri LHK tidak mengetahui kondisi di lapangan," ucap Aidil Fitri, anggota Koalisi Masyarakat Sipil Sumsel, kemarin.
Perwakilan dari Hutan Kita Institute itu menerangkan, bukan hanya mengancam kehidupan masyarakat sekitar, termasuk masyarakat adat Batin Sembilan, itu membuat fragmentasi hutan dan deforestasi, menganggu habitat hidup satwa liar serta mengancam hilangnya keanekaragaman hayati hutan dataran rendah terakhir di Sumsel.
"Wilayah ini merupakan habitat harimau sumatra, gajah, tapir dan aneka ragam burung langka. Jika dibuka aksesnya, besar kemungkinan habitat menjadi terganggu," ungkapnya.
Koordinator Jaringan Masyarakat Gambut Sumsel, Sudarto, menambahkan, adanya jalan bisa memberikan akses kepada pelaku pembalakan liar dan perambahan hutan. Masyarakat adat setempat akan kena dampak sosial. Apalagi masyarakat adat di sana sejak lama mengandalkan hasil hutan bukan kayu sebagai sumber kehidupan mereka.
Selain meminta KLHK menolak usul izin itu, pihaknya meminta PT Triaryani yang bekerja sama dengan PT Marga Bara Jaya menggunakan jalan yang sudah ada untuk mengangkut batu bara dari tambang ke stockpile di Musi Banyuasin.
Sebelumnya, PT Triaryani telah mendapat izin dari Gubernur Sumsel dan Gubernur Jambi terkait dengan usul jalan tambang di kawsan hutan itu. Jalan yang diusulkan itu akan dibangun dari lokasi tambang di Kabupaten Musi Rawas menuju stockpile yang berada di Desa Pulau Gading, di pinggir Sungai Bayung Lencir, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel. Masalahnya, jalan itu nantinya akan melewati lanskap hutan Sungai Kapas dan Sungai Meranti di wilayah Sumsel, serta lanskap Sungai Kandang dan hulu Sungai Lasian di Jambi yang merupakan satu-satunya hutan produksi dataran rendah yang berkualitas baik dan terjaga di Sumsel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved