Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Bengkalis, Riau, dihebohkan penemuan tujuh jasad selama tiga hari belakangan ini sejak Kamis (29/11). Terakhir pada Sabtu (1/12) kemarin, tiga mayat yang mengapung kembali ditemukan nelayan di Selat Malaka persisnya perairan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.
"Sebagian jenazah ada yang diketahui identitasnya dan sebagian lagi belum," kata Paur Humas Polres Bengkalis, Ipda Kasmandar Subekti, Minggu (2/12).
Dia menjelaskan, satu mayat yang berhasil diidentifikasi yaitu Maya Karina, 37, warga asal Mojokerto, Jawa Timur. Jenazahnya ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB di Selat Malaka persisnya di perairan Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Sedangkan dua jenazah lainnya diduga laki-laki tapi belum dapat diketahui identitasnya.
Sejauh ini, sebagian besar jenazah yang ditemukan dalam keadaan memprihatinkan dan tidak utuh. Polisi hingga kini masih menyelidiki penemuan total tujuh mayat yang terapung di sekitar perairan Selat Malaka.
Pasalnya, hingga kini tidak ada laporan tentang kapal penumpang yang tenggelam di perairan tersebut.
"Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau," jelasnya.
Dugaan sementara warga, penemuan tujuh mayat di perairan Selat Malaka merupakan korban perahu cepat yang kerap membawa penumpang tenaga kerja ilegal dari Malaysia. Perahu cepat berangkat sekitar pukul 12.00 WIB malam dari Malaysia dan selama kurang lebih tiga jam perjalanan masuk ke pelabuhan tikus yang banyak dijumpai di sekitar pantai timur Sumatra, khususnya di wilayah Riau.
"Biasanya (perahu) mengangkut 20 penumpang dan berangkat sekitar jam 12 malam untuk menghindari petugas hukum," jelas Eri, warga yang pernah menggunakan jasa perahu cepat tersebut. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved