Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT memasuki Desember yang akan ada perayaan Natal dan tahun baru, harga-harga sembako di pasar tradisional di sebagian besar daerah dalam kondisi stabil. Beras yang merupakan kebutuhan pokok utama juga mencatatkan stok yang cukup untuk beberapa bulan ke depan.
Divre Bulog Kalimantan Tengah, misalnya, kemarin menegaskan saat ini stok beras untuk masyarakat Kalteng mencapai 8 ribu ton atau cukup untuk tujuh bulan ke depan. Kepala Divre Bulog Kalteng Faisal, kemarin, di Palangka Raya, memastikan harga beras di pasaran akan tetap stabil walaupun ada hari besar keagamaan, seperti Natal dan tahun baru.
Walaupun saat ini stok beras aman, kata dia, pihaknya akan terus melakukan pembelian beras ke petani, baik itu di dalam maupun luar wilayah Kalteng. “Kita akan mendatangkan beras dari luar Kalimantan untuk menjaga agar stok tetap aman,” tuturnya.
Terjaminnya stok beras juga dikemukakan oleh Perum Bulog Subdivre Karawang-Bekasi dan Subdivre Pekalongan. Kepala Perum Bulog Subdivre Karawang-Bekasi, Sulais, mengungkapkan stok beras di gudangnya mencapai 71 ribu ton. Kebutuhan itu bisa untuk memenuhi 14 bulan ke depan.
“Penetrasi pasar telah kita lakukan di Karawang melalui operasi di seluruh pasar Karawang. Lebih dari 5.000 ton telah kita gelontorkan kepada distributor. Tujuan menjaga harga tetap stabil. Kita pun bersama tim di pemerintah daerah terus memantau harga setiap harinya,” kata Sulais, kemarin. Selain penetrasi pasar, pihaknya juga menawarkan strategi lain kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan melakukan operasi pasar di tingkat desa.
Kepala Bulog Subdivre Pekalongan, Rasiwan, juga menjelaskan wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang dan Kota Tegal, serta Pekalongan menjamin stok beras aman mencapai 39.000 ton. “Artinya, kebutuhan secara reguler enam bulan ke depan tercukupi. Jadi, masyarakat tidak usah khawatir.”
Namun demikian, melimpahnya stok sembako yang diikuti stabilnya harga tidak diikuti harga sayur-mayur, seperti cabai yang harganya jatuh. Harga cabai merah keriting di Pasar Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jabar, terpantau anjlok.
Pekan lalu harganya di kisaran Rp35 ribu per kilogram, tetapi pekan ini turun menjadi Rp20 ribu per kilogram. “Iya, harga cabai merah keriting sekarang turun drastis. Sekarang di kisaran Rp20 ribu dari sebelumnya Rp35 ribu,” kata Suhendi, 51, pedagang sayuran di Pasar Cibadak, kemarin.(SS/CS/JI/JS/BB/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved